

JAYAPURA – Pengrov Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Papua mematok menargetkan 2 medali emas untuk kontingen Papua pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX ahun 2020 mendatang.
Ketua Pengprov PABBSI Papua, Elpius Hugi, faktor tuan rumah serta prestasi dari PON ke PON, PABBSI Papua minimal menyumbangkan 2 medali emas dari nomor Binaraga dan Angkat Berat, sehingga mereka akan maksimalkan pada latihan-latihan rutin.
“Target kami di PON nanti minimal 2 medali emas. Tapi karena kita tuan rumah, maka kita upayakan atlet-atlet kita dapat menyumbangkan 5 medali emas. Nomor unggulan kita berada di Binaraga dan Angkat Berat,” ungkapnya saat ditemui di ruang latihan PABBSI Papua, di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (5/11).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Papua dan Puslatprov yang melakukan monitoring di arena latihan PABBSI. Diketahui,
Pada Senin sore (4/11), tim Pusat Latihan Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (Puslatprov KONI) Papua melakukan monitoring di Cabang Olahraga (Cabor) Angkat Berat. Binaraga, Angkat Besi yang sedang menjalani pemusatan latihan di arena latihan Mandala.
Anggota Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Papua Benny Maniani mengatakan monitoring ini selain melihat kondisi terkini dari latihanyang dijalani para atlet, juga untuk menghimpun data terkait perkembangan para atlet proyeksi PON. Menurutnya, setelah para atlet mengakhiri periodesasi tes flsik umum yang saat ini sedang dijalani maka mereka akan memasuki periodesasi khusus. Di periodesasi tersebut, kelengkapan dan peralatan atlet sangat penting untuk menopang TC (Training Center).
Ditempat yang sama, Konsultan Teknik Puslatprov KONI Papua, Paulus Pesurnay, mengaku dari pengamatannya sejauh ini, latihan atlet-atlet PABSSI di nomor angkat besi, angkat berat telah menunjukan peningkatan yang signiflkan.
“Kalau saya tidak melihat terlalu jauh kedepan tapi saat tes ini dilakukan sudah terjadi peningkatan rekor masing-masing. Artinya bahwa selama ini mereka menyadari bahwa yang dilakukan selama ini ada manfaatnya. Ternyata naik sampai 5 Kg,10 Kg dari rekor yang ada dan ini sudah dihitung oleh pelatih yang sudah menentukan tes nya pada saat atlet sudah mulai membaik kita Iakukan tes. Supaya itu bisa menjadi sebuah motivasi bahwa kalau kalian rajin inilah hasilnya,” tandasnya. (eri/gin).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…