

Dokter muda berinisial AMW meninggal karena campak.
Kemenkes Ingatkan Risiko Fatal pada Orang Dewasa
JAKARTA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang dokter muda berinisial AMW (26), yang wafat akibat penyakit campak dengan komplikasi serius. Almarhum diketahui sedang menjalani masa internship di RSUD Cimacan, Cianjur, Jawa Barat, saat mengembuskan napas terakhir pada Kamis (26/3).
Peristiwa ini menjadi perhatian nasional, mengingat campak kerap dianggap sebagai penyakit anak-anak, namun nyatanya juga berisiko fatal bagi orang dewasa. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa sebelum meninggal dunia, korban mengalami gejala klinis berupa demam tinggi, ruam merah, serta sesak napas berat.
“Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/3).
Pihak rumah sakit telah melakukan penanganan medis sesuai prosedur. Namun, kondisi korban terus memburuk akibat komplikasi pneumonia hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia meski telah mendapat penanganan maksimal.
Kasus ini menegaskan bahwa campak bukan penyakit ringan, terutama jika disertai komplikasi pada sistem pernapasan. Sebagai respons cepat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat langsung melakukan penyelidikan epidemiologi (PE).
Aji Muhawarman menegaskan bahwa orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksinasi atau belum pernah terinfeksi campak tetap memiliki risiko tinggi mengalami gejala berat.
Page: 1 2
Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…
“Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…
Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…