

Menyemprot Parfum Langsung di Leher
BAGI pria dan wanita, parfum tak hanya menjadi pewangi. Tapi juga identitas. Hanya sedikit orang yang tak mengenakan parfum. Tapi ternyata ada dampak penggunaan parfum, terlebih bila digunakan tak tepat. Misalnya menyemprot langsung ke leher. Kebiasaan menyemprotkan parfum langsung ke kulit leher masih banyak dilakukan masyarakat untuk menjaga aroma tubuh tetap segar.
Namun, kebiasaan tersebut ternyata menyimpan risiko bagi kesehatan kulit, mulai dari iritasi hingga mempercepat penuaan dini. Dokter Anindia Indraswari, selaku Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di IHC RS Wonolangan Probolinggo menerangkan, kulit leher memiliki lapisan yang lebih tipis dan sensitif dibandingkan area kulit lainnya. Kandungan alkohol serta zat kimia pewangi dalam parfum dapat memicu reaksi negatif bila mengenai kulit secara langsung.
“Parfum umumnya mengandung alkohol dan fragrance yang cukup kuat. Jika disemprotkan langsung ke leher, bisa menimbulkan iritasi, kemerahan, hingga rasa perih, terutama pada pemilik kulit sensitif,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Dokter spesialis lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tahun 2023 itu menambahkan, penyemprotan parfum langsung ke kulit leher sebaiknya dihindari.
Sebabnya, ada risiko terjadi suatu reaksi alergi, iritasi. Bahkan pada penggunaan jangka panjang bisa terjadi penyerapan bahan kimia parfum yang dapat mempengaruhi keseimbangan hormon. Beberapa parfum yang beredar sekarang ini mengandung bahan-bahan kimia sintesis salah satunya adalah ftalat. Zat inilah yang dapat mengganggu keseimbangan hormon bila terpapar dalam jangka waktu yang panjang.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…