Categories: KESEHATAN

Bukan Sekadar Merusak Rambut, Sering Warnai Rambut Berpotensi Kanker

JAKARTA – Mewarnai rambut merupakan sebuah tindakan modifikasi warna asli rambut dengan memanfaatkan produk pewarna tertentu, yang umumnya dilakukan untuk menunjang estetika penampilan atau sekadar menyamarkan rambut putih (uban). Mewarnai rambut dapat dieksekusi oleh tenaga ahli di salon kecantikan maupun dilakukan secara mandiri di kediaman masing-masing menggunakan produk cat rambut kemasan yang praktis.

Ditinjau dari masa ketahanan warnanya, produk pewarna rambut secara garis besar diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni pewarna temporer, semi permanen, dan permanen.Terdapat korelasi antara durasi ketahanan warna dengan intensitas bahan kimia yang terkandung semakin awet warna tersebut menempel, maka semakin tinggi pula konsentrasi zat kimia di dalamnya.

Zat-zat kimia seperti para-phenylenediamine (PPD), timbal asetat, serta hidrogen peroksida yang terkandung dalam produk tersebut berisiko merampas kelembapan alami rambut, sehingga menjadikannya rapuh dan gersang. Potensi kerusakan rambut akan meningkat tajam apabila prosedur pewarnaan tidak dibarengi dengan upaya pemeliharaan rambut yang memadai.

Memahami metodologi perawatan rambut sangatlah vital bagi siapa pun yang berencana mengganti warna rambut guna meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul. Secara anatomi, rambut terbagi atas bagian akar dan batang, di mana proses deposisi warna hanya menyasar bagian batang rambut saja. Batang rambut sendiri tersusun atas tiga lapisan utama: medula yang berada di posisi terdalam dan berbentuk rongga; kutikula yang merupakan lapisan pelindung dari sel-sel keras; serta korteks yang menyimpan pigmen alami sebagai penentu warna asli rambut seseorang.

Ketika produk pewarna diaplikasikan, zat kimia di dalamnya akan bekerja dengan cara mengeliminasi pigmen warna orisinal pada lapisan korteks dan menyisipkan pigmen warna yang baru. Umumnya, cairan pewarna rambut melibatkan bahan kimia seperti peroksida dan amonia yang berperan krusial dalam memfasilitasi transformasi warna tersebut. Meskipun bahan kimia dalam cat rambut berfungsi untuk mengunci warna agar bertahan lama, zat-zat tersebut tanpa disadari dapat terserap ke dalam sistem tubuh.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kursi Sekda Papua Memanas

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…

4 minutes ago

Mayat Seorang Wanita Ditemukan di Sekitar Kolam Buaya

Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…

1 hour ago

Orang Tua Siswa Minta Kampus Tegas

​"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…

2 hours ago

Ratusan Orang di Mimika Terinfeksi HIV-AIDS

Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…

3 hours ago

Pembangunan Kopdes Merah Putih Belum Menyentuh Kampung

Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…

4 hours ago

Gaji Manajer Kopdes Rp6,3 Juta-Rp8,3 Juta Dikontrak Dua Tahun

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…

5 hours ago