Categories: KESEHATAN

Percetakan Alquran Saudi Kepincut Mushaf Isyarat Indonesia

Mushaf Alquran Isyarat dari Indonesia bakal go international. Dalam waktu dekat, King Fahd Complex for Printing the Holy Quran bakal memperbanyak mushaf Alquran Isyarat dari Indonesia, untuk didistribusikan ke seluruh penjuru dunia.

Percetakan di bawah naungan Kementerian Urusan Agama, Wakaf, Dakwah, dan Penyuluhan Agama Saudi, sangat terkenal di dunia. Secara khusus mereka telah mengumumkan rencana untuk memproduksi Alquran isyarat dari Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Balitbang-Diklat Kemenag secara masal.

Alquran Isyarat diluncurkan Balitbang-Diklat Kemenag tahun lalu. Alquran Isyarat itu, bisa memudahkan bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara (DSRW) atau bisu-tuli. Alquran Isyarat itu dilengkapi dengan isyarat tangan, yang lazim digunakan untuk sarana komunikasi penyandang bisu-tuli.

Keputusan tersebut diumumkan Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi. Syeikh Al-Hazmi menyatakan kekagumannya terhadap Alquran Isyarat yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Balitbang-Diklat Kemenag. Dia juga menegaskan pentingnya langkah itu dalam memperluas aksesibilitas Alquran bagi semua lapisan masyarakat.

”Alquran Isyarat ini akan menjadi sumber bacaan bagi saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus di seluruh dunia,” kata Syeikh Al-Hazmi.

Dia menegaskan komitmen untuk menggandakan mushaf Alquran Isyarat tersebut. Rencananya penggandaan dilakukan di Madinah, Arab Saudi.

Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Suyitno menegaskan bahwa komitmen dari percetakan Alquran Saudi itu merupakan tonggak penting. Khususnya dalam upaya meningkatkan akses literasi Alquran bagi penyandang disabilitas.

”Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi,” kata Suyitno di Jakarta.

Menurut dia, langkah itu akan membantu menyediakan Alquran Isyarat secara lebih luas bagi warga yang memiliki kebutuhan khusus di seluruh dunia.

Suyitno menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Balitbang-Diklat Kemenag untuk memberikan layanan yang inklusif dan merata bagi semua umat. Sesuai dengan visi pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih berkeadilan dan berkesetaraan.(*)

Sumber: Jawapos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Sepuluh Siswa dari Merauke dan Boven Digoel Ikuti Bimbel Masuk Sekolah Kedinasan

‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…

2 minutes ago

Golkar Papua Selatan Percepat Konsolidasi Hadapi Pemilu 2029

Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…

1 hour ago

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

1 day ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

1 day ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

1 day ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

1 day ago