Categories: NASIONAL

Kita Adalah Generasi Terakhir yang Bisa Melihat Kunang-Kunang, Benarkah?

TUBAN – Dalam beberapa tahun terakhir, kunang-kunang, serangga kecil dengan cahaya alami yang khas, telah menjadi simbol perubahan kondisi ekosistem dunia. Di berbagai komunitas online, termasuk video viral bertuliskan “Kita adalah generasi terakhir yang bisa melihat kunang-kunang”, banyak orang merasa terharu sekaligus khawatir karena makin jarangnya pemandangan kunang-kunang di malam hari.

Kunang-kunang selama ini dikenal sebagai indikator alami kualitas lingkungan. Keberadaan mereka menandakan ekosistem yang masih sehat, lembap, dan minim polusi.

Ketika jumlahnya menurun, para ahli menilai hal itu sebagai sinyal bahwa lingkungan sedang mengalami tekanan serius akibat aktivitas manusia. Menurut sejumlah laporan ilmiah dan artikel berita, populasi kunang-kunang secara global memang menunjukkan tren penurunan yang cukup nyata.

Di Amerika Utara, misalnya, beberapa spesies kunang-kunang dilaporkan mengalami penurunan jumlah hingga puluhan persen, bahkan sebagian mulai masuk kategori terancam punah.

Penurunan ini tidak hanya terjadi karena jumlah individu yang berkurang, tetapi juga akibat terganggunya siklus hidup mereka, mulai dari fase larva hingga dewasa. Kunang-kunang mengandalkan cahaya alami untuk berkomunikasi dan melakukan ritual kawin.

Namun, lampu jalan, papan reklame, hingga pencahayaan rumah di area perkotaan menciptakan polusi cahaya yang membuat sinyal alami mereka sulit terlihat oleh sesama kunang-kunang. Akibatnya, peluang mereka untuk berkembang biak menurun drastis.Hilangnya Habitat Alami

Rawa-rawa, persawahan, dan vegetasi lembap yang selama ini menjadi rumah bagi kunang-kunang terus menyusut akibat alih fungsi lahan. Banyak kawasan tersebut berubah menjadi pemukiman, kawasan industri, atau pertanian intensif, sehingga ruang hidup serangga bercahaya ini semakin terbatas. Penggunaan pestisida dalam skala besar juga menjadi faktor penting penurunan populasi kunang-kunang.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

1 day ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

1 day ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

1 day ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

1 day ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago