

Ketua Umum Relawan Pro Joko Widodo (Projo), Budi Arie Setiadi
JAKARTA- Ketua Umum Relawan Pro Joko Widodo (Projo), Budi Arie Setiadi, menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya mengenai “patahan sejarah” dan insting bahwa sesuatu bisa terjadi “lebih cepat dari 2029” menjadi perbincangan publik. Budi Arie memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan ucapannya.
“Sehubungan dengan viralnya, pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie dalam sebuah tayangan video, Rabu (26/8).
Ia menegaskan, pernyataan yang disampaikannya dalam forum tersebut merupakan pandangan pribadi. “Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan, satu, pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya,” tegasnya.
Budi Arie juga secara khusus menegaskan bahwa ucapannya tidak memiliki keterkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), meskipun dalam video yang beredar dirinya terlihat berada di samping mantan Presiden tersebut.
“Kedua, pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait… dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo,” ucapnya.
Selain meminta maaf, Budi Arie menyatakan siap mempertanggungjawabkan pernyataannya. Ia juga mengaku bersedia menerima konsekuensi atas analisis dan ucapan yang telah disampaikannya.
Page: 1 2
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…