Categories: NASIONAL

Ribuan Warga Kaltim Layangkan “Surat Terbuka” untuk Presiden Prabowo

KUDUS – Langit di atas Sungai Mahakam pada Selasa, 21 April 2026, menjadi saksi bisu berkumpulnya ribuan massa yang memadati sepanjang jalan protokol hingga kawasan tepian Samarinda. Bukan untuk sekadar berwisata, ribuan warga Kalimantan Timur (Kaltim) ini membawa misi besar: menagih atensi langsung dari Istana Negara melalui aksi damai yang sarat akan emosi dan harapan.

Aksi yang dimotori oleh Aliansi Perjuangan Kaltim ini menjadi puncak dari akumulasi keresahan panjang masyarakat setempat. Dengan membentangkan spanduk raksasa bertajuk “Pak Prabowo, Tolong Bantu Kami 1x Lagi”, warga ingin menegaskan bahwa dukungan yang pernah mereka berikan harus dibayar dengan kebijakan yang lebih berpihak pada daerah. Perwakilan massa menyatakan bahwa selama ini Kalimantan Timur sering kali dipandang hanya sebagai “lumbung energi” nasional.

Eksploitasi sumber daya alam (SDA) yang masif dianggap tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup manusia di dalamnya. “Kami ingin mengingatkan Bapak Presiden bahwa Kaltim bukan sekadar angka-angka produksi batu bara atau minyak dan gas. Di sini ada manusia yang butuh keadilan sosial dan keberlanjutan hidup,” ujar salah satu orator di tengah kerumunan. Selain menyasar pemerintah pusat, aksi ini juga menjadi ajang kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak sensitif.Isu mengenai pengadaan fasilitas mewah bagi pejabat di tengah masih banyaknya kebutuhan dasar publik yang belum terpenuhi menjadi simbol ketimpangan yang nyata.

Beberapa poin krusial yang disuarakan dalam aksi tersebut meliputi: Kerusakan Lingkungan: Dampak jangka panjang pasca-tambang yang mengancam pemukiman dan ekosistem. Ketimpangan Ekonomi: Kesenjangan yang lebar antara kemakmuran perusahaan besar dengan kesejahteraan masyarakat lokal. Sentralisasi Kebijakan: Harapan agar pemerintah pusat lebih peka terhadap dinamika daerah agar suara Kaltim tidak tenggelam oleh dominasi isu di Pulau Jawa.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Ancaman Keselamatan Juga Membayangi Warga Sipil Non-Papua

Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…

4 hours ago

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…

5 hours ago

44 Pendulang Dievakuasi

–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…

6 hours ago

Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…

7 hours ago

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

2 days ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

2 days ago