

Serangan Israel di Jalur Gaza. (AP Photo/Hatem Moussa)
BELUM lama ini, Presiden Amerika serikat Joe Biden melakukan perjalanan ke Israel, setibanya di Tel Aviv dia disambut pelukan hangat Benyamin Netanyahu.
Pada saat bersamaan terjadi pengeboman rumah sakit Al-Ahli Al Ma’madani Arab di Kota Gaza, Palestina.
Pengeboman itu menewaskan 500 lebih waga Palestina, di antaranya anak-anak, pasien, dan dokter yang menjadi korban jiwa.
Serangan brutal Israel ini bertentangan dengan hukum humaniter internasional atau kerap disebut sebagai hukum perang yang mesti dipatuhi saat dilanda konflik bersenjata.
Diketahui hukum ini bertujuan untuk melindungi kemanusiaan dari kejahatan perang.
Israel melanggar pasal 52 hukum internasional yang melarang serangan terhadap masyarakat sipil di Gaza. Serangan ini juga melanggar Konvensi Jenewa II dan Protokol Tambahan Pertama yang mengatur perlindungan terhadap personel medis, layanan medis sipil, dan rumah sakit.
Dokter Ibrahim Al-Naqa mengatakan mengenai serangan pemboman Israel. “Tanpa peringatan, rumah sakit ini menjadi sasaran. Kami tidak tahu apa sebutan dari peluru tersebut, namun kami melihat akibat yang ditimbulkan ketika peluru tersebut mencabik-cabik tubuh mereka.” Ucapnya dilansir dari Reuters.
Page: 1 2
Poster yang beredar luas di media sosial tersebut sempat memicu keresahan warga Timika. Narasi di…
Menurut Pangdam, jika tidak ada perubahan, peresmian akan dilakukan pada 5 Oktober mendatang. Khusus…
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penegakan Peraturan…
Langkah yang dikemas melalui pendekatan humanis ini menyasar dua lembaga pendidikan, yakni SD Pigapu dengan…
Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…
Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…