Categories: NASIONAL

Kurma Bukan Sekadar Takjil: Sumber Energi Alami Cepat Pulihkan Tubuh

PUASA Ramadan mengubah ritme tubuh manusia. Selama lebih dari 12 jam tanpa asupan makanan dan minuman, kadar gula darah menurun, cadangan energi berkurang, dan tubuh membutuhkan sumber nutrisi yang mampu memulihkan kondisi secara cepat namun tetap aman bagi sistem pencernaan.

Di tengah berbagai pilihan makanan berbuka, kurma tetap menjadi salah satu yang paling dianjurkan oleh para ahli gizi. Buah yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Timur Tengah selama ribuan tahun ini ternyata memiliki komposisi nutrisi yang sangat ideal untuk memulihkan energi setelah berpuasa. Bukan sekadar tradisi, konsumsi kurma saat berbuka juga memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Kandungan gula alami, serat, vitamin, serta mineral dalam kurma membantu tubuh mengembalikan stamina secara bertahap tanpa membebani sistem metabolisme. Para pakar gizi menyebut, bahkan tiga butir kurma saja sudah cukup untuk memulai proses pemulihan energi tubuh setelah seharian berpuasa.

Mengapa Tubuh Butuh Energi Cepat Saat Berbuka?
Saat berpuasa, tubuh menggunakan cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot. Setelah cadangan ini menipis, tubuh mulai memanfaatkan lemak sebagai sumber energi alternatif. Kondisi tersebut membuat kadar gula darah cenderung lebih rendah saat menjelang waktu berbuka. Jika makanan yang dikonsumsi terlalu berat atau tinggi lemak, tubuh justru memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna dan mengubahnya menjadi energi.

Di sinilah kurma memiliki peran penting.
Guru Besar bidang gizi dari IPB University, Ahmad Sulaeman, menjelaskan bahwa kurma mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh. Tetiga jenis gula alami ini dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah yang sempat turun selama puasa. Dengan kata lain, kurma memberikan lonjakan energi yang stabil, bukan energi instan yang justru membuat tubuh cepat lelah.

Kurma: Kombinasi Energi, Serat, dan Mineral
Selain gula alami, kurma juga kaya akan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh setelah seharian menahan lapar dan haus. Berikut beberapa kandungan utama kurma yang membuatnya menjadi pilihan ideal saat berbuka karena mengandung karbohidrat alami dimana 70 persen kandungan kurma adalah karbohidrat alami yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh.

Kurma juga berserat tinggi yang juga memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah tetap stabil. Kurma mengandung berbagai mineral yang membantu tubuh memulihkan keseimbangan elektrolit setelah puasa, seperti: kalsium, magnesium maupun mineral dan kalium. Menariknya, banyak orang menganggap semakin banyak kurma yang dimakan saat berbuka akan semakin baik. Padahal, pakar gizi menyarankan jumlah yang cukup sederhana.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

13 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

20 hours ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

21 hours ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

22 hours ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

23 hours ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago