Categories: NASIONAL

Kenali Barongsai, Atraksi Ikonik di Perayaan Tahun Baru Imlek

BARONGSAI selalu menjadi atraksi yang paling dinanti setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Dentuman tambur yang ritmis, gerakan lincah penuh energi, hingga interaksi pemain dengan penonton membuat suasana perayaan terasa lebih hidup dan meriah.

Tak heran, pertunjukan ini rutin digelar di pusat perbelanjaan, klenteng, hingga ruang publik di berbagai wilayah. Namun, barongsai bukan sekadar hiburan biasa.

Di balik kostum warna mencolok dan atraksi akrobatik yang memukau, tersimpan sejarah panjang serta makna simbolis yang dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran. Barongsai adalah tarian tradisional Tiongkok yang menampilkan dua orang pemain dalam satu kostum singa.

Tarian ini diiringi alat musik perkusi seperti tambur, simbal, dan gong yang mengikuti ritme gerakan sang singa. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, barongsai dipercaya sebagai simbol pembawa keberuntungan serta penolak bala.

Karena itu, pertunjukan ini sering hadir dalam momen penting seperti Tahun Baru Imlek, pembukaan usaha, hingga perayaan besar lainnya. Sejarah barongsai berakar dari kebudayaan Tiongkok kuno yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Tarian singa ini berkembang di berbagai wilayah Tiongkok dengan gaya yang berbeda-beda. Secara umum, terdapat dua jenis utama barongsai, yaitu gaya utara dan gaya selatan.

Gaya selatan lebih populer di Asia Tenggara termasuk Indonesia, dengan ciri khas kepala singa yang lebih besar dan ekspresi wajah tegas. Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai negara seiring migrasi masyarakat Tionghoa.

Dalam perayaan Imlek, barongsai dipercaya membawa energi positif menyambut tahun baru. Gerakan lincah sang singa melambangkan semangat, keberanian, dan kekuatan menghadapi tantangan.

Salah satu atraksi favorit adalah saat barongsai “memakan” angpao atau selada yang digantung tinggi. Prosesi ini melambangkan rezeki yang dipetik dan keberuntungan dibagikan kepada banyak orang.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

BPKP Minta Pemprov Papua Antisipasi Risiko Sebelum Jadi Masalah

  Koordinator Pengawasan Akuntabilitas Pemda Wilayah I BPKP Provinsi Papua, Hendro Wibowo mengatakan, manajemen risiko…

3 hours ago

Wali Kota Ajak IKEMAL Perkuat “Satu Gandong”

  Pesan tersebut sejalan dengan harapan Ketua IKEMAL Kota Jayapura, Piter Kainama, yang mengajak seluruh…

4 hours ago

BPBD Jayawijaya Ingatkan Warga, Ada 11 Titik Panas di Beberapa Wilayah

Plt Kepala BPBD, Satpol PP, dan Damkar Kabupaten Jayawijaya Romadlon menyebutkan dari informasi yang dihimpun…

7 hours ago

Capek dan Kurang Tidur, Ratusan Warga Antre Untuk Pijat Refleksi

   Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Papua memberikan layanan pijat kepada warga terdampak kebakaran…

8 hours ago

Masyarakatnya Ramah, Minta Warisan Leluhur Seni dan Budaya Tetap Dijaga

Para turis atau Wisatawan Mancanegara ada dari negara Inggris, Argentina, Amerika Serikat, Australia dan berbagai…

9 hours ago

147 Ribu Pengunjung dan Rp1.2 Miliar Berputar di Khalkote

Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai…

10 hours ago