“Kritik Presiden Prabowo harus dijadikan momentum bersih-bersih. Kemudian yang profesional kami dukung, dan yang gagal tetapi tidak mau bertanggung jawab harus berani dievaluasi, bahkan diganti,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam peresmian Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, 12 Januari 2026, mengatakan telah memberikan tugas kepada Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk membersihkan semua BUMN di Indonesia.
Terlebih, kata dia, terdapat komisaris maupun direksi yang tidak tahu malu dengan meminta bonus di saat BUMN yang dipimpin sedang merugi.
“Kalau tidak mau, kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Segera minta berhenti. Banyak yang siap menggantikan saudara-saudara. Saya percaya banyak yang siap menggantikan,” kata Presiden. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…
Meski sebagai tim tamu, Ade merasa anak asuhnya tak gentar sama sekali. Ia mengaku pemainnya…
Perjalanan karier Asker Nazhafaliev di sepak bola profesional terbilang relatif singkat dan tidak diwarnai nilai…
Ketua panitia penyelenggara pertandingan Persipura Jayapura, Alberto Itaar, mengatakan bahwa pertandingan play-off promosi Persipura versus…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memfasilitasi nonton bareng (nobar) pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada…
Setelah hampir 2 bulan di palang oleh masyarakat pemilik hak ulayat dengan tuntutan ganti rugi,…