Karena ayah tidak butuh panggung.Kadang cukup dengan satu pelukan dan satu pesan singkat, seperti satu kalimat: “Terima kasih, Yah.” Karena ayah tidak butuh panggung.Ayah hanya butuh tahu bahwa usahanya tidak sia-sia, bahwa anaknya melihat, dan bahwa anaknya mengingat.Di tengah hiruk-pikuk hidup, mari kita luangkan waktu untuk mengingat ayah.Sosok yang tidak pernah meminta dikenang, tetapi selalu layak dirayakan.
Karena di balik setiap langkah kita, ada jejaknya yang tertinggal.Selamat Hari Ayah Nasional untuk semua ayah yang memilih diam, tetapi selalu menjadi alasan kita bisa berdiri. (*/tia/RADARTUBAN)
Hari Ayah Nasional 12 November, refleksi tentang ayah, sosok ayah dalam keluarga. (Photo by Steven Van Loy on Unsplash)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…
Dalam putusannya, MK mewajibkan adanya informasi yang jelas dan benar mengenai label warna serta simbol…
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani sebelumnya menjelaskan, pemenuhan ratusan…
Anggota Komisi II DPRP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Biak Numfor dan Supiori, Johanes Wakum, menyatakan…
Jika betul tak masuk skema Persipura maka bisa dibilang Muller adalah orang kedua yang didepak…
Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan evaluasi terhadap kinerja kepala…