

Dua jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 01-BTJ melakukan sujud syukur setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Aceh, Rabu (10/7/2024). (foto: Foto/antara)
ACEH – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Banda Aceh melakukan pemantauan terhadap jamaah haji Aceh yang telah tiba di Tanah Air, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19 dan wabah penyakit lainnya.
“Yang menjadi tumpuan pengawasan dan pengamatan kami terutama COVID-19 yang masih melanda beberapa negara,” kata Kepala BKK Kelas 1 Banda Aceh Ziad Batubara di Banda Aceh, Rabu.
Ia mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa terdapat dua kasus COVID-19 terdeteksi pada jamaah haji Embarkasi Makassar. Kasus ini menjadi pembelajaran bagi embarkasi lain di Tanah Air, termasuk Aceh sehingga perlu melakukan pengawasan dan pengamatan.
“Kalau vaksin COVID-19 tentunya pada saat keberangkatan, kita sudah berikan bagi yang belum lengkap vaksin COVID-19,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Ziad, saat jamaah haji tiba di Tanah Air, pihaknya akan melakukan pengambilan sampel usap (swap) terhadap jamaah yang bergejala demam, dengan suhu tubuh 37,5 derajat. Sampel usap akan dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
Selain itu, pihaknya dan petugas kesehatan daerah akan mengawasi dan mengamati jamaah haji Aceh yang telah tiba di kampung halaman selama 14 hari. Para jamaah haji dan keluarga juga diimbau untuk memakai masker guna memutus rantai penularan.
“Artinya jangan meremehkan dua kasus ini, karena tetap bisa menyebarkan ke jamaah yang lain, dibawa oleh jamaah menularkan kepada petugas dan tentunya kepada keluarga nantinya di rumah,” ujarnya.
Hingga saat ini, jamaah haji Aceh yang sudah kembali Tanah Air hanya kloter 01-BTJ sebanyak 393 orang.
“Alhamdulillah jamaah haji kloter pertama Embarkasi Aceh mendarat mendarat dengan selamat,” kata Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh Azhari.
Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah haji tersebut mendarat pukul 14.48 WIB di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.
Jamaah yang tiba di Tanah Air itu berasal dari Kabupaten Aceh Besar dan Kota Sabang. Jamaah diserahkan langsung ke panitia kabupaten/kota untuk proses pemulangan.
“Untuk jamaah Sabang harus menginap di asrama dulu, menggunakan jadwal kapal berangkat ke Sabang,” ujarnya. (antara)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…