Categories: NASIONAL

BKK Antisipasi Penyebaran COVID-19 dari Jamaah Haji

ACEH  – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Banda Aceh melakukan pemantauan terhadap jamaah haji Aceh yang telah tiba di Tanah Air, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19 dan wabah penyakit lainnya.

“Yang menjadi tumpuan pengawasan dan pengamatan kami terutama COVID-19 yang masih melanda beberapa negara,” kata Kepala BKK Kelas 1 Banda Aceh Ziad Batubara di Banda Aceh, Rabu.

Ia mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa terdapat dua kasus COVID-19 terdeteksi pada jamaah haji Embarkasi Makassar. Kasus ini menjadi pembelajaran bagi embarkasi lain di Tanah Air, termasuk Aceh sehingga perlu melakukan pengawasan dan pengamatan.

“Kalau vaksin COVID-19 tentunya pada saat keberangkatan, kita sudah berikan bagi yang belum lengkap vaksin COVID-19,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Ziad, saat jamaah haji tiba di Tanah Air, pihaknya akan melakukan pengambilan sampel usap (swap) terhadap jamaah yang bergejala demam, dengan suhu tubuh 37,5 derajat. Sampel usap akan dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Selain itu, pihaknya dan petugas kesehatan daerah akan mengawasi dan mengamati jamaah haji Aceh yang telah tiba di kampung halaman selama 14 hari. Para jamaah haji dan keluarga juga diimbau untuk memakai masker guna memutus rantai penularan.

“Artinya jangan meremehkan dua kasus ini, karena tetap bisa menyebarkan ke jamaah yang lain, dibawa oleh jamaah menularkan kepada petugas dan tentunya kepada keluarga nantinya di rumah,” ujarnya.

Hingga saat ini, jamaah haji Aceh yang sudah kembali Tanah Air hanya kloter 01-BTJ sebanyak 393 orang.

“Alhamdulillah jamaah haji kloter pertama Embarkasi Aceh mendarat mendarat dengan selamat,” kata Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh Azhari.

Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah haji tersebut mendarat pukul 14.48 WIB di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Jamaah yang tiba di Tanah Air itu berasal dari Kabupaten Aceh Besar dan Kota Sabang. Jamaah diserahkan langsung ke panitia kabupaten/kota untuk proses pemulangan.

“Untuk jamaah Sabang harus menginap di asrama dulu, menggunakan jadwal kapal berangkat ke Sabang,” ujarnya. (antara)

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

20 hours ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

21 hours ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

1 day ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

1 day ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

1 day ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

1 day ago