Categories: NASIONAL

Waspada Potensi Hujan Deras di Papua

JAYAPURA- Secara klimatologis, wilayah yang berada pada Zona Musim di Papua akan mengalami peningkatan frekuensi dan intensitas kejadian hujan pada bulan September hingga November setiap tahunnya sebagai pertanda awal musim hujan.

  Kondisi ini juga umumnya diawali dengan peralihan musim kemarau ke musim hujan dengan karakteristik cuaca umumnya terjadi hujan lebat berdurasi singkat yang disertai badai guntur dan angin kencang.

  “Musim hujan ditandai dengan meningkatkan kejadian hujan secara bertahap dan berlanjut hingga mencapai puncak musim hujan yang umumnya terjadi pada awal tahun berikutnya yakni Januari, Februari dan Maret,”Plt BMKG Wilayah V Jayapura Yustus Rumakiek,S.Si.,Senin (10/10) kemarin.

Dikatakan, adapun wilayah yang berada dalam Zona Musim di Papua diantaranya : Kabupaten Jayapura, sebagian Kabupaten Keerom bagian selatan, Jayawijaya, Lanny Jaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang dan sekitarnya serta Kabupaten Merauke.

Wilayah yang tidak disebutkan di atas umumnya memiliki tipe satu musim yakni musim hujan yang turun merata sepanjang tahun dengan puncak hujan bervariasi. Khusus untuk kota Jayapura memiliki tipe 1 musim dengan puncak hujan terjadi di awal tahun (Januari-Februari).

Hasil analisis dinamika atmosfer terkini untuk wilayah Papua tanggal 10 Oktober 2022 menunjukkan masih aktifnya fenomena iklim Global La Nina yang meningkatkan ketersediaan uap air di atmosfer sehingga awan hujan dapat mudah terbentuk.

Selain itu, adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin di wilayah utara Papua serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan juga di beberapa wilayah di Papua dalam beberapa hari ke depan. Labilnya kondisi atmosfer memasuki musim penghujan teramati seiring dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan di wilayah Zona Musim.

  Ditambahkan, pihak-pihak terkait dan masyarakat diharapkan melakukan persiapan agar dapat meminimalisir dampak curah hujan tinggi  seperti banjir, longsor, pohon tumbang, dll dengan memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.

Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang. Mengenali kondisi lingkungan tempat tinggal dan meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi hujan dengan intensitas lebat dengan durasi lama, terutama masyarakat yang tinggal di wilayah kaki gunung, perbukitan, dekat bantaran sungai hingga daerah pemukiman yang rawan banjir karena sistem saluran air buruk. (dil/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Tinggal Sepekan Lagi HUT RI,  Nuansa Kemerdekaan Masih Minim

Bupati Jayapura Yunus Wonda sebelumnya telah menerbitkan imbauan agar peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya…

5 minutes ago

Pemkot Tarik 24 Mahasiswa UGM dari Lokasi KKN di Muara Tami

  Selama berada di lokasi KKN, para mahasiswa menjalankan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan…

1 hour ago

Pemkot Serahkan Bantuan Peralatan Pengolahan Ikan

  Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., mengatakan program tersebut merupakan…

2 hours ago

Cegah Narkoba Masuk Sekolah, Polda Papua Edukasi Siswa SMPN 1 Sentani

Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis narkotika yang beredar di masyarakat, di antaranya ganja…

3 hours ago

Penataan Pasar Harus Libatkan Lintas OPD

  Ia meminta OPD terkait segera melakukan pendataan dan penertiban pasar berdasarkan zonasi. Penataan harus…

4 hours ago

Miliki Cita Rasa Khas, Pengembangan Kopi Papua Diminta Diperkuat

   Menurut dia, pengembangan kopi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga harus dilakukan…

5 hours ago