

Ribuan umat islam melaksanakan Shalat Idul Adha di Mesjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (10/7/2022). Masjid Istiqlal menggelar shalat Idul Adha 1443 H dengan kapasitas 200.000 jamaah. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
Perbedaan Pelaksanaan Tak Kurangi Kekhusyukan
JAKARTA–Pelaksanaan Idul Adha tahun ini berlangsung dengan meriah. Meskipun terjadi perbedaan penetapan Idul Adha di Indonesia, tak mengurangi kekhusyukannya. Sebagian masyarakat Indonesia merayakan Idul Adha pada Sabtu (9/7) lalu dan sebagian lagi berlebaran haji kemarin (10/7).
Dari Arab Saudi Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan ucapan selamat Idul Adha kepada jamaah haji dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dia mengatakan dalam pelaksanaan Idul Adha, ada dua ibadah yang penting. Yaitu pelaksanaan haji dan kurban.
’’Kurban itu simbolisasi keikhlasan kita. Jiwa-jiwa besar kita kepada bangsa dan negara,’’ tuturnya di Makkah. Yaqut menuturkan semoga umat Islam yang mampu, bisa melaksanakan kurban sebagai simbolisasi jiwa besar. Sedangkan bagi jemaah haji yang sudah menjalani pucak ibadahnya atau wukuf di Arafah, diharapkan tetap bisa menjaga kesehatannya. Sebab mereka masih berada di Saudi sampai beberapa wkatu ke depan. Pemulangan perdana jemaah haji ke tanah air dijadwalkan pada 16 Juli depan.
Di Jakarta, kegiatan salat Idul Adha dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Pelaksanaan salat Idul Adha sudah berjalan nyaris normal, seperti sebelum pandemi Covid-19. Saf salat sudah padat. Hanya saja jemaah tetap menggunakan masker.
Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo kemarin (10/7) menunaikan salat Iduladha di Masjid Istiqlal. Setelah menunaikan salat, Jokowi memberikan keterangan pers. Dalam kesempatan itu, Jokowi menuturkan makna hari raya Idul Adha yang menurutnya sebagai sebuah ketauhidan dan aktivitas untuk menebarkan kebaikan. “Bukan hanya berkurban dalam menyembelih hewan kurban, tetapi makna yang tadi saya sampaikan adalah hal yang lebih penting untuk bisa kita lakukan,” ujarnya.
Seusai menunaikan salat Iduladha, Jokowi secara simbolis menyerahkan sapi kurban kepada Imam Besar Masjid Istiqlal. Jokowi tak hanya menyerahkan kurban di Jakarta. Namun dia menyerahkan satu sapi di setiap provinsi. Bobot sapi yang diserahkan antara 800 kg hingga 1 ton. Seluruh sapi yang diserahkan sudah dipastikan kondisinya sehat.
Pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal dilakukan tepat pada pukul 07.00 WIB. Salim Ghazali bertindak sebagai imam. Sementara itu, sebagai khatib adalah Ketua Badan Wakaf Indonesia Pusat Mohammad Nuh.
Dalam khotbahnya, Nuh mengangkat tema “Semangat Gotong Royong Perkuat Sendi Kebhinekaan”. Dia menuturkan dari nilai ibadah haji dan keteladanan Nabi Ibrahim. “Tidakkah Allah Swt. yang menjadikan kita semua ini dalam keragaman, agar kita semua bisa saling kenal mengenal,” ujar khatib. (wan/lyn/JPG)
Anggota DPR Papua jalur Pengangkatan Otonomi Khusus (Otsus) Daerah Pengangkatan Kabupaten Biak Numfor, Musa Sombuk,…
Dalam persidangan perkara Nomor 9/G/LH/2026/PTUN Jayapura ini, tim kuasa hukum masyarakat adat menghadirkan tiga orang…
Dialah Mama Emma Awinero-Tjoe. Di atas bangku panjang kayu yang menjadi saksi bisu jejak pengabdiannya,…
Ia memerintahkan seluruh Gubernur, Bupati, Camat, Hingga Kepala Desa untuk memeriksa seluruh dapur Satuan Pelayanan…
Pelaku yang berprofesi sebagai sopir transportasi online (Maxim) ditangkap di Jalan Manokwari, tepatnya di samping…
Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan anak dan pola pengasuhan dalam keluarga…