Categories: NASIONAL

Donald Trump Berulah Lagi, kini Ancam Aksi Militer ke Kolombia

Pernyataan Trump muncul di tengah kecaman internasional terhadap operasi AS yang menangkap Maduro pada Sabtu dini hari. Washington menyebut langkah tersebut sebagai operasi penegakan hukum untuk membawa Maduro ke pengadilan atas tuduhan ‘narkoterorisme’, tuduhan yang dibantah keras oleh Maduro dan para pendukungnya.

Sejumlah pengamat menilai penyingkiran Maduro berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat terhadap cadangan minyak besar Venezuela.Trump menegaskan bahwa AS kini ‘memegang kendali’ atas Venezuela, meski Mahkamah Agung negara itu telah menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai pemimpin sementara. Ia juga mengancam akan kembali mengirim militer AS ke Venezuela jika negara itu dianggap ‘tidak berperilaku baik’.

Tak berhenti di situ, Trump juga menyinggung Kuba. Ia mengklaim intervensi militer di Kuba tidak diperlukan karena negara tersebut “siap runtuh” akibat terhentinya pasokan minyak Venezuela. “Kuba sekarang tidak punya pemasukan. Mereka bergantung pada minyak Venezuela, dan itu sudah berhenti. Kuba benar-benar siap jatuh,” kata Trump.

Sementara itu, Meksiko juga masuk dalam daftar peringatan. Trump menyatakan narkoba terus mengalir ke AS melalui perbatasan Meksiko dan menyebut Washington harus melakukan sesuatu.Meski memuji Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sebagai ‘orang yang luar biasa’, Trump mengaku berulang kali menawarkan pengiriman pasukan AS ke Meksiko.

Sebagaimana diketahui, aksi militer AS di Venezuela menuai kecaman luas. Brasil, Cile, Kolombia, Meksiko, Uruguay, dan Spanyol dalam pernyataan bersama menyatakan keprihatinan mendalam dan menolak keras tindakan militer sepihak di wilayah Venezuela.

“Mereka melanggar prinsip fundamental hukum internasional, khususnya larangan penggunaan atau ancaman kekuatan militer. Ini merupakan preseden yang sangat berbahaya bagi perdamaian dan keamanan kawasan serta membahayakan warga sipil,” bunyi pernyataan tersebut.

Namun demikian, para analis menilai belum jelas apakah Trump akan benar-benar menindaklanjuti ancamannya atau sekadar menggunakan tekanan militer sebagai alat tawar politik. “Trump berharap negara-negara lain menuruti keinginannya tanpa harus menggunakan kekuatan besar. Aksi-aksi singkat namun spektakuler seperti di Venezuela dimaksudkan untuk menakut-nakuti pihak lain,” kata David Smith, pengamat politik AS dari University of Sydney.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Letkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program SatuanLetkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program Satuan

Letkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program Satuan

Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…

16 hours ago

Terima Tambahan DAU, Bupati Keerom Layangkan Apresiasi kepada Presiden Prabowo

Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…

17 hours ago

Mini Pameran Pembangunan Sebagai Bukti Nyata Kerja Pemprov Papeg

Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…

18 hours ago

Kapolres Mimika: Kita Harus Siaga Setiap Saat

Suara dentuman meriam simulasi dan letupan gas air mata memecah keheningan Mimika, Papua Tengah. Di…

19 hours ago

LBH Desak MBG Dihentikan di Tanah Papua

   Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…

20 hours ago

Kondisi Membaik, Lima Pasien Keracunan MBG Pulang

Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan  usai mengonsumsi menu Makan…

21 hours ago