Hal ini disebabkan karena pertumbuhan inovasi di sektor kecerdasan buatan bergerak jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah gelar akademik. Tarifi berpendapat bahwa di masa depan kesuksesan tidak lagi ditentukan oleh seberapa banyak gelar atau kredensial yang dikumpulkan seseorang.
Kunci keberhasilan justru terletak pada pengembangan perspektif yang khas, tingkat kesadaran emosional yang tinggi, dan juga kemampuan dalam membangun relasi antarmanusia yang solid. Maka dari itu, Tarifi memberikan saran agar generasi muda lebih menitikberatkan perhatian mereka pada pengembangan kapasitas insani yang sulit direplikasi oleh teknologi.
Keahlian seperti empati, kemampuan interpersonal, serta kematangan pengembangan diri secara emosional menjadi aspek-aspek utama yang disarankan untuk terus dipelajari agar tetap relevan di AI berkembang. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Bagi masyarakat pesisir, laut adalah sumber kehidupan sekaligus pelataran rumah tempat anak-anak tumbuh. Namun di…
Bangunan ini sebelumnya digunakan sebagai kantor Bawaslu Papua. Posisinya persis bersebelahan dengan pintu masuk gedung…
Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Merauke bersama KBO Reskrim…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH memastikan jika pelaku WW telah…
Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada…
Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…