“Terima kasih kepada mitra MBG yang sudah berupaya menyukseskan program ini. Kalian semua adalah pejuang Merah Putih,” ujarnya.
Program MBG sendiri dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah sekaligus menekan angka stunting yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Namun di balik narasi keberhasilan tersebut, kritik dari berbagai kalangan terus bermunculan.
Sebagian pihak menilai program sebesar MBG memang harus diawasi dengan ketat karena melibatkan anggaran yang sangat besar serta jaringan distribusi yang luas. Kekhawatiran tentang transparansi, kualitas makanan, hingga tata kelola dapur menjadi isu yang terus dibicarakan di ruang publik.
Di sinilah kritik mahasiswa seperti yang disampaikan Tiyo mendapat simpati dari sebagian masyarakat. Mereka melihat suara kampus sebagai pengingat agar kebijakan publik tidak berjalan tanpa pengawasan. (naz)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Sejak April 2025, rumah sakit milik Pemerintah Kota Jayapura tersebut menjalankan Program Jaminan Direktur,…
Hanya berselang 15 menit setelah insiden, Tim Babat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika yang…
Kajati Papua Jefferdian mengatakan, pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang secara rutin dilakukan secara bergantian…
Peninjauan meliputi akses jalan menuju kawasan pusat pemerintahan Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Selatan hingga…
enghubung Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Wilayah Papua secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan…
Informasi yang diperoleh menyebutkan sekitar 18 ABK berada di tiga kapal tersebut. Dari laporan sementara,…