“Terima kasih kepada mitra MBG yang sudah berupaya menyukseskan program ini. Kalian semua adalah pejuang Merah Putih,” ujarnya.
Program MBG sendiri dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah sekaligus menekan angka stunting yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Namun di balik narasi keberhasilan tersebut, kritik dari berbagai kalangan terus bermunculan.
Sebagian pihak menilai program sebesar MBG memang harus diawasi dengan ketat karena melibatkan anggaran yang sangat besar serta jaringan distribusi yang luas. Kekhawatiran tentang transparansi, kualitas makanan, hingga tata kelola dapur menjadi isu yang terus dibicarakan di ruang publik.
Di sinilah kritik mahasiswa seperti yang disampaikan Tiyo mendapat simpati dari sebagian masyarakat. Mereka melihat suara kampus sebagai pengingat agar kebijakan publik tidak berjalan tanpa pengawasan. (naz)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ketahanan energi Indonesia hanya bergantung pada cadangan jangka…
Menurut Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) itu, status siaga 1 TNI yang…
Terkait dengan THR, Pemerintah Kabupaten Keerom telah menyiapkan dana yang cukup besar, yakni mencapai Rp18…
Sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah, Bupati mengumumkan total anggaran sebesar Rp 2 miliar yang dialokasikan…
Pulau kecil ini menjadi saksi awal masuknya Injil di wilayah Tabi—yang meliputi Jayapura, Sarmi, dan…
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan cukup besar karena…