“Terima kasih kepada mitra MBG yang sudah berupaya menyukseskan program ini. Kalian semua adalah pejuang Merah Putih,” ujarnya.
Program MBG sendiri dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah sekaligus menekan angka stunting yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Namun di balik narasi keberhasilan tersebut, kritik dari berbagai kalangan terus bermunculan.
Sebagian pihak menilai program sebesar MBG memang harus diawasi dengan ketat karena melibatkan anggaran yang sangat besar serta jaringan distribusi yang luas. Kekhawatiran tentang transparansi, kualitas makanan, hingga tata kelola dapur menjadi isu yang terus dibicarakan di ruang publik.
Di sinilah kritik mahasiswa seperti yang disampaikan Tiyo mendapat simpati dari sebagian masyarakat. Mereka melihat suara kampus sebagai pengingat agar kebijakan publik tidak berjalan tanpa pengawasan. (naz)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih, SH, menekankan dari hasil pemeriksaan yang…
Polres Jayapura menetapkan EW (43), seorang ibu rumah tangga sebagai tersangka dalam kasus kekerasan terhadap…
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku, S.Pd.,…
Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat mengingat rivalitas kedua tim di Grup Timur. Selain itu, laga…
Ketua Panja DPRK Kota Jayapura, Ismail Bepa, meminta Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo,…
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengecam aksi kekerasan tersebut. Ia menilai penembakan terhadap…