

Ketua DPR periode 2024-2029 Puan Maharani mengangkat palu sidang usai ditetapkan menjadi Ketua DPR periode 2024-2029 didampingi Wakil Ketua DPR Adis Kadir, Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurizal saat Rapat Paripuran DPR di Gedung Nusantara di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JAKARTA-Posisi pucuk pimpinan DPR kembali menjadi milik Puan Maharani. Putri Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri itu ditetapkan sebagai ketua DPR periode 2024–2029 dalam rapat paripurna kemarin (1/10). Puan mewakili PDI Perjuangan yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan legislatif (pileg) DPR.
Sementara itu, di deretan wakil ketua dewan, posisi Sufmi Dasco Ahmad mewakili Partai Gerindra juga tak tergantikan. Berbeda dengan wakil ketua dari PKB, Golkar, dan Nasdem. Dari PKB, jatah wakil ketua diisi Cucun Ahmad Syamsurijal. Sebelumnya kursi itu diduduki Muhaimin Iskandar. Pada periode kali ini, Muhaimin tak lagi menjadi anggota DPR.
Selanjutnya, jatah pimpinan DPR untuk Partai Golkar yang sebelumnya dijabat Lodewijk Freidrich Paulus kini beralih ke Adies Kadir. Kemudian, Nasdem menunjuk Saan Mustopa. Saan yang juga wakil ketua umum (Waketum) Nasdem menggantikan Rachmat Gobel.
Nama-nama pimpinan DPR itu kemarin langsung disetujui dalam rapat yang dipimpin Guntur Sasono. ”Apakah dapat disetujui dan ditetapkan sebagai ketua dan wakil ketua masa keanggotaan periode 2024–2029?” kata Guntur yang menjadi pimpinan sementara DPR bersama Anisa Desmond Mahesa. Setelah mendapat persetujuan dari peserta rapat, nama-nama pimpinan DPR itu pun langsung ditetapkan.
Penetapan ketua fraksi juga berasal dari masing-masing parpol dan disetujui di rapat paripurna. Hanya, dari delapan parpol yang lolos ke parlemen, PDIP dan PAN belum menentukan nama ketua fraksi.
Pada bagian lain, penetapan ketua DPD juga dilakukan kemarin seusai pelantikan. Namun, berbeda dengan penetapan pimpinan DPR yang berlangsung lancar, penetapan pimpinan DPD sempat memanas hingga beberapa kali diskors oleh pimpinan sementara. Hingga berita ini ditulis pukul 21.00 WIB tadi malam, rapat paripurna belum berhasil menetapkan sosok pimpinan DPD. (tyo/far/c7/oni)
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…