Categories: METROPOLIS

Dorong Peningkatan SDM, BP YPK  Gandeng FKIP Uncen

JAYAPURA-Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di tanah Papua resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan FKIP Uncen. PKS ini berkaitan dengan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program rekognisi ini akan mendorong guru-guru YPK yang belum bergelar strata satu (S1) melanjutkan pendidikan akademik di FKIP Uncen.

  Ketua YPK di tanah Papua, Joni Y. Betaubun mengatakan pihaknya sedang menginput data data para guru YPK di Tanah Papua, yang belum bergelar S1. “Saat ini kami sedang menghimpun guru guru di setiap PSW, di tanah Papua yang belum bergelar S-1,” ujarnya usai PKS Progam RPL dengan Pihak Uncen di Aula FKIP Uncen, Selasa (28/5).

  Untuk klasifikasi program tersebut, memprioritaskam guru-guru yang telah lama mengabdi di YPK. Kemudian persyaratan lain yang telah dirancang oleh BP YPK.”Kalau sudah mengabdi sampai 15-20 tahun mereka yang akan kita prioritaskan ikut progam RPL ini,” kata Joni.

  Lebih lanjut untuk kuota, pihaknya masih menunggu estimasi pembiyaan pendidikan dari pihak Uncen. “Karena RPL ini semua ditanggung YPK, sehingga kita ingin menyesuaikan dengan keuangan kita, jika estimasinya pembiayaan sudah terima, maka kami bisa tentukan kuota,” jelasnya.

  Kata Joni, program RPL ini mulai dijalankan di tahun ajaran 2024/2025, kemudian akan dilanjutkan di tahun ajaran yang akan datang. Tujuannya untuk mendorong peningkatan SDM YPK di Tanah Papua.

  “Prinsipnya PKS ingin agar YPK dapat bertumbuh dan berkembang secara leih baik, yang tentunya diawali dari leningkatan kapasitas tenaga pengajar,” tuturnya.

   Sementara itu Rektor Uncen Oscar Oswald O. Wambrauw menjelaskan tindak lanjut dari PKS tersebut, pihak Uncen akan memperisapkan proses akademik. “Karena ini akan masuk dalam tahun akademik, sehingga kami akan mempersiapkan proses administrasinya,” jelasnya.

  Adapun proses akademik dari progam rekoginisi menggunakan sistem portofolio, dengan masa studi kurang lebih 2 tahun. Adapun sistem protofolio ini jelas Oscar, guru guru yang ikut program RPL tersebut tidak mengikuti pendidikan  kuliah di Kampus. Tetapi nilai akademik mereka akan diambil dari hasil kegiatan proses pembelajaran di kelas.

  “Nanti kami akan bentuk tim untuk turun ke lapangan untuk mengecek, terkait aktifitas guru guru ini, dari situlah kita akan memberikan nilai akademik mereka,” jelasnya.

   Diapun mengharapkan dari program tersebut dapat mendorong peningkatan SDM di YPK di tanah Papua. “Kita berharap proses ini bisa berjalan sesuai standard akademik yang dipersiapakan melalui aturan dalam RPL ini,” pungkasnya (rel/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

17 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

18 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

24 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

1 day ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

1 day ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago