

Pasar Inpres Dok IX Jayapura yang sudah ditinggalkan penjualnya, karena sepinya masyarakat yang berbelanja di pasar tersebut. Foto ini diambil Kamis (27/5) lalu. ( foto: Priyadi/Cepos)
JAYAPURA-Pedagang di pasar baru Youtefa Kotaraja, pasar Inpres Dok IX Jayapura dan pasar Kelapa Dua Entrop mengeluhkan kondisi pasar yang kini sudah semakin ditinggalkan penjualnya dan sudah tidak banyak lagi pengunjungnya.
Hal ini sangat mempengaruhi dampak perekonomian di Kota Jayapura, karena Kota Jayapura perputaran uang bisa lancar ya karena di sektor perdagangan mulai dari pasar.
“Jika pasar baru Youtefa kotaraja dibiarkan seperti ini tidak ada ketegasan dari Pemkot Jayapura, kini sudah banyak pedagang yang kembali ke pasar Youtefa Abepura kita juga akan ikut kembali, karena percuma saja kita jualan kalau sepi pembeli malah kita bisa rugi kasih keluar modal setiap hari,’’ungkap Hamzah penjual ikan di pasar baru Youtefa kotaraja yang masih bertahan.
Hamzah mengaku, ia sendiri sejatinya juga ingin pindah ke pasar Youtefa Abepura seperti teman-teman lainnya supaya banyak pembelinya, tapi bagaimana lagi karena ia ingin menurut aturan pemerintah ya tetap bertahan berjualan seperti teman-teman lainnya, namun pada kondisi tertentu jika pemerintah tidak mau ambil tindakan tegas, bahwa yang kini penjual ikan maupun lainnya pindah lagi ke pasar Youtefa abepura tidak lagi diusir kembali berjualan ke pasar baru Youtefa kotaraja pasar akan semakin sepi.
Hal senada juga dikatakan Uus penjual pakaian dan aksesoris di pasar Inpres Dok IX Jayapura, pasar yang dulunya megah berlantai dua kini banyak kosong hanya ditempati beberapa penjual saja, keluhan pedagang di pasar Inpres Dok IX sejatinya sudah dikeluhkan sejak dulu, hanya saja sampai sekarang Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura tidak punya action atau inovasi hingga sampai-sampai pasar dipenuhi banyak ludah pinang dan terlihat menyeramkan pada pagi hari.
“Kami berharap jika perputaran ekonomi lancar, masyarakat tenang dan puas dengan kinerja pemerintah Kota Jayapura, pasar Dok IX harus diaktifikan kembali, supaya perputaran uang di daerah ini juga bagus tidak hanya di pasar Hamadi, pasar Youtefa Abepura saja,’’jelasnya.
Sementara itu, dari pantauan koran ini di pasar kelapa dua entrop setelah diresmikan sampai sekarang juga masih banyak tempat jualan yang kosong, padahal dulunya masyarakat kira jika terminal sudah beroperasi maka pasar akan ramai tapi ternyata tidak sesuai ekspektasi sampai saat ini pasar kelapa dua entrop juga masih banyak yang kosong.
Ibu Rini, salah seorang warga Dok IX mengatakan Pemkot perlu menciptakan ruang-ruang ekonomi baru di tiap distrik, supaya ada perputaran ekonomi, perputaran uang di pasar-pasar tersebut. “Sayang sekali pasar yang sudah dibangun tapi tak dimaksimalkan, jadi saya pikir Pemkot dalam hal ini Disperindag dan Distrik bersinergi untuk bagaimana bersama-sama menciptakan sentra ekonomi baru di tiap distrik,” tutupnya. (dil/wen)
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…