

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru saat melihat hasil kerajinan salah satu UMKM di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Selasa (28/1). (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Papua agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Dorongan tersebut sejalan dengan kunjungan Solidaritas Perempuan Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) di Papua.
Rustan Saru menilai, produk UMKM Papua memiliki keunikan dan kekhasan yang tidak dimiliki daerah lain. Keunggulan ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan dan dipasarkan secara luas.
“Produk-produk UMKM Papua sangat unik dengan ciri khas dan motif tersendiri yang berbeda dengan daerah lain,” ujar Rustan Saru, Selasa (28/1).
Ia mencontohkan berbagai produk kerajinan khas Papua seperti mahkota adat, ikat kepala, dan tusuk konde yang memiliki nilai budaya tinggi dan jarang ditemukan di daerah lain.
“Barang-barang seperti mahkota, ikat kepala, dan tusuk konde hampir tidak kita temukan di daerah lain. Sementara di Papua, semua itu tersedia,” jelasnya.
Menurut Rustan, kendala utama pengembangan UMKM Papua saat ini bukan pada kualitas produk, melainkan pada pemasaran. Oleh karena itu, digitalisasi melalui platform marketplace seperti Tokopedia dan media daring lainnya perlu terus didorong.
“Papua kaya akan sumber daya alam dan kearifan lokal. Produk-produk seperti kerajinan manik-manik dan karya lokal lainnya sangat layak dipasarkan ke luar Papua, bahkan ke pasar global,” katanya.
Page: 1 2
Bupati Manokwari Hermus Indou, di Manokwari, Sabtu, mengatakan pendidikan merupakan investasi SDM jangka panjang yang…
Menurut Dina, semangat masyarakat Saireri dalam memperjuangkan calon Provinsi Saireri atau Papua Utara merupakan…
Direktur Utama PT Irian Bhakti Papua, Elia Loupatty mengatakan, aset perusahaan tersebar di Papua…
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan Kota Jayapura menjadi salah…
Di bawah komando Kepala Lapas Kelas IIA Abepura, Edy Susetyo, lembaga pemasyarakatan ini terus…
Pimpinan universitas membeberkan kronologi, tata aturan akademik, serta jalan keluar konkret yang diambil pemerintah…