Categories: METROPOLIS

Kali Acai Bukan Tempat Sampah

JAYAPURA– Balai Wilayah Sungai Papua menggelar kegiatan susur dan bersih-bersih sungai/Kali Acai, Kota Jayapura, Kamis (27/7). Panjang areal yang dibersihkan mencapai 1,2 kilometer. Ada sekitar 200 orang yang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari tujuh satuan kerja PUPR yang ada di wilayah Papua termasuk pelajar di Jayapura.

  Kepala Balai Wilayah Sungai Papua, Nimbrot Rumaropen menegaskan, Kali Acai bukan tempat sampah. Karena itu, masyarakat diimbau untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Masyarakat harus menjaga lingkungan tempat dimana dia tinggal, buang sampah pada tempatnya jangan langsung ke sungai. Sehingga tidak terjadi banjir akibat sungai yang tidak mampu menampung tumpukan sampah,” terang Nimbrot kepada wartawan.

  Pihaknya memilih kawasan Kali Acay sebagai lokasi kegiatan, karena sering meluap dan menyebabkan banjir. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampung sungai.

  “Tahun lalu kita buat aksi bersih-bersih di sini (Kali Acai-red) dan menemukan banyak sampah bukan lumpur. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, sungai masih mampu menampung air kalau hujan besar dan semoga pencemarannya bisa kita kurangi,” kata Nimbrot.

  Dikatakan, kegiatan susur dan bersih-bersih sungai digelar dalam rangka peringatan Hari Sungai Nasional pada 27 Juli 2023. Selain itu, bertepatan juga dengan kegiatan menyongsong pelaksanaan World Water Forum ke 10 Tahun 2024 di Bali.

  Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Jayapura Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Frederik Awarawi mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Balai Wilayah Sungai Papua itu.

  Menurutnya, kegiatan ini merupakan hal positif. Apalagi minggu minggu ini cuaca tidak stabil dan juga akan ada Elnino. Dimana ada daerah-daerah yang nanti mengalami kekeringan dan ada juga banjir.

“Kami (Pemerintah Kota Jayapura-red) sangat mendukung kegiatan ini. Kita yang hidup di Kota Jayapura harus menjaga sungai yang ada di sekitar kita,” kata Frederik.

  Lanjutnya, jika sungai tak dirawat, maka bisa berdampak buruk bagi warga setempat. Apalagi Kota Jayapura kerap tergenang banjir ketika terjadi hujan walaupun hanya sebentar. “Kegiatan ini moment yang luar biasa untuk mengingatkan kita semua, khususnya masyarakat di sekitar sungai agar selalu menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (fia/tri)

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago