

JAYAPURA – Jalur lokal penerimaan mahasiswa baru Universitas Cenderawasih (Uncen) didominasi calon mahasiswa non Papua. Melihat hal tersebut Mahasiswa Uncen melakukan aksi demonstrasi di jalan naik Kampus Uncen Perumnas Tiga Waena.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uncen Fery Kombo mengatakan pihaknya melakukan aksi untuk mengantisipasi tes penerimaan mahasiswa baru jalur lokal didominasi non OAP sehingga pihaknya melakukan demo.
“Kami pimpinan mahasiswa melakukan aksi, untuk mengantisipasi dominasi pada penerimaan mahasiswa Uncen melalui jalur lokal. Biasanya kami melaksanakan aksi damai setelah mendengar hasil kelulusan Maba (Mahasiswa Baru) tetapi kali ini kami gelar aksi sebelum tes untuk mengingatkan kepada pihak lembaga agar mengakomodir mahasiswa Asli Papua,” katanya kepada media ini, Senin (27/5).
Fery Kombo mengatakan bawahan staf Rektor tidak bisa menerjemahkan undang – undang Otsus dimana kebijakan rektor sesuai dengan keinginan orang Asli Papua (OAP) tetap bawahan Rektor dinilai tidak paham.
“Tetapi terkadang bawahnya tidak menerjemahkan perintah Rektor Universitas Cenderawasih, hal inilah yang membuat kami marah,” katanya.
Lanjut Fery Kombo, apabila pihak kampus menerima Maba OAP 90 persen, maka non Papua sebesar 10 persen.
“Pihak kampus harus mempertimbangkan ini baik sebab. Kalau tidak maka OAP akan minoritas di tanahnya sendiri,”katanya.
Sementara itu pembantu Rektor Satu Onesimus Sauleka mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir jumlah mahasiswa yang masuk di kampus itu terbilang cukup banyak dan sudah memperioritaskan OAP dengan persentase 20 persen non OAP dan 80 persen OAP .
Onesimus mengatakan, untuk tahun ajaran 2019/2020 Uncen akan di pastikan menerima mahasiswa sebanyak 3000 an mahasiswa baru dan itu jumlah dari jalur SNMPTN , SBMPTN , jalur mandiri dan siswa perprestasi.
“Kuota untuk penerimaan tahun 2019 ini masih banyak dan proses pendafran sedang berjalan ,” ujar
Lanjut Onesimus, siswa yang hendak mendaftar Seleksi SBMPTN wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
“Dan di Jayapura ada di 4 tempat yang sudah sediakan oleh panitia dan sudah di mulai sejak 13 april 2019 sampai 26 mei 2019 di hari sabtu dan minggu. Setelah mengikuti seleksi mereka akan mendapatkan hasil melalui email setelah 10 hari untuk daftar di perguruan tinggi negeri,” katanya.
Onesimus mengatakan, Universitas Cenderawasih mau menerima banyak mahasiswa tetapi terbatas oleh daya tampung dan persoalan sumber daya dosen masih 700 lebih di dukung oleh 16 guru besar.
“Kualitas lulusan Uncen tidak di ragukan lagi. Oleh karena itu, Uncen harus mengikuti system penerimaan secara nasional,” Ujar dia di ruang kerjanya.
Onesimus mengatakan, untuk menampung anak-anak dari dari Uncen sudah bekerjasama dengan beberapa sekolah di kabupaten di antaranya Jayawijaya, Nabire, Timika Merauke, Jayapura dan Kota Jayapura. Untuk di lakukan pendaftaran di masing-masiing sekolah.(oel/gin).
Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…
Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…
Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…
Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…
rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…