Categories: METROPOLIS

Ketidakadilan Gender Masih Sangat Kelihatan

JAYAPURA-Kabid PUGPPKB (Pengarus Utamaan Gender Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana)  Provinsi Papua Adeltje Vs Pekade menyebut, Provinsi Papua urutan terakhir kesetaraan gender dari 34 Provinsi di Indonesia.

  “Berdasarkan data, Papua urutan terakhir dari 34 Provinsi. Tetapi ada hal baik yang kita lihat bahwa setiap tahun ada peningkatan, bahkan saat pandemi tahun tahun 2020 lalu  pengaruhnya besar,” kata Adeltje kepada wartawan di Jayapura, Selasa (26/7).

   Dikatakannya, disparitas dan kesenjangan antara laki laki dan perempuan dalam dunia pendidikan, ekonomi, politik dan berbagai hal lainnya terjadi. Bentuk-bentuk ketidakadilan gender sangat kelihatan.

  “Kekerasan terjadi, lebel negatif terjadi terhadap perempaun dan laki laki. Namun lebih banyak kepada perempuan, perempuan yang terpinggirkan dari berbagai informasi dan lainnya,” paparnya.

   Kenapa Papua bisa berada dalam urutan ke 24 dari 34 Provinsi di Indonesia?  Menurutnya, karena dilihat Kota Jayapura jumlah anggota dewannya tinggi, sehingga agak sedikit naik

  “Indeks pembangunan gender bukan berarti kita puas, karena ada 6 kabupaten yang tanpa perempuan. Kita harus melakukan sesuatu untuk mendobrak pemahaman masyarakat, memberikan dukungan kepada peningkatan  partisipasi perempuan di segala bidang,” ungkapnya.

  Diakuinya tidak mudah mendobrak budaya patriarki yang sangat kental di Papua, tetapi perlahan akan melakukan sosialisasi pemahaman di segala sudut kehidupan. Sehingga pada akhirnya ruang itu terbuka. “Kita mau masyarakat menikmati hasil yang setara dan adil, merasakan kesejahteraan,” tegasnya.

  Sementara itu, berdasarkan laporan dari Grand design pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Provinsi Papua dan Papua Barat yakni Kekerasan masih banyak terjadi di wilayah Papua.

   Pengaruh Miras dan narkoba yang semakin meluas mendorong timbulnya kekerasan pada perempuan dan anak. Kekerasan terhadap perempuan dan anak cenderung lebih banyak terjadi pada masyarakat pegunungan. Adat dan agama merupakan institusi sekaligus aktor yang memiliki peran penting untuk mendorong pembangunan dan keberdayaan orang Papua. Perempuan Papua dalam kehidupan sosial ditempatkan spesial karena sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat. (fia/tri)

newsportal

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

8 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

9 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

10 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

11 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

12 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

13 hours ago