

Prof Dr Muhadjir Effendy (FOTO:Gamel Cepos)
JAYAPURA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof Dr Muhadjir Effendy melihat bahwa saat ini Kota Jayapura terus tumbuh dan menunjukkan sebagai daerah yang akan terus berkembang.
Bahkan menurutnya tidak semua kota di Indonesia bisa sama seperti Jayapura. Keberadaan Papua Youth Creative Hub (PYCH) bisa menjadi satu contoh sebab belum semua kota besar memiliki fasilitas buat generasi muda ini.
Bahkan kata Effendy, ke depan Jayapura bisa menjadi Centre of Gravity atau pusat gravitasi bagi generasi muda khususnya di kawasan pacific. “Saya pikir Jayapura ini sudah pada rata – rata kota menengah dan persepsi jauh tertinggal itu salah. Saya pikir ke depan Jayapura bisa menjadi pusat gravitasi anak muda di pacific juga,” bebernya di hadapan sejumlah OKP dan komunitas pada pertemuan yang digelar di PYCH, Selasa (24/10).
Muhadjir tidak berlebihan mengingat di Jayapura memiliki banyak fasilitas olahraga berstandar internasional yang jika dikemas tentu bisa mengundang atau dibuatkan event skala internasional.
“Malah bisa menyaingi Jakarta jika terus berkembang dan jika ibukota sudah pindah ke Kalimantan maka dengan sendirinya akan menghapus kalimat Jakarta sentris,” imbuhnya. Ia juga meminta anak – anak muda di Papua untuk tidak mudah menyerah dengan keadaan sebab diyakini banyak sosok hebat akan lahir dari situasi yang sulit. (ade/tri)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…