

Kondisi los di lokasi bekas kebakaran yang mulai dibangun oleh pemiliknya masing-masing, Kamis (25/5). (FOTO:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Setelah 5 bulan pasca kebakaran los bekas kebakaran di Pasar Youtefa Abepura, mulai ditata. Dari pantauan Cendrawasih Pos, Kamis (25/5) kemarin, sebagian pedagang di lokasi bekas kebakaran tersebut mulai membangun lapaknya masing masing. Tampak juga terlihat tarikan benang patok pembatas yang masih terpasang rapi di setiap lapak yang ada.
Nurkolis, salah satu pedagang korban kebakaran Pasar Youtefa, menyampaikan, sejak awal Mei lalu Pemerintah Kota Jayapura melalui pengurus Pasar Youtefa Abepura melakukan pemasangan patok batas untuk setiap los milik pedagang.
Setelah patok itu dipasang, para pedagang selanjutnya membangun losnya masing-masing dengan menggunakan biaya pribadi. “Sekitar 2 minggu lalu, pengurus pasar datang ukur, dan bagi tempat, sehingga sekarang kami sudah bisa bangun los masing masing,” ujar Nurkolis.
Nurkolis menyebut untuk setiap lapak dari 4 los yang ada, masing masing pedagang mendapatkan tempat jualan dengan ukuran 3 x 3 meter persegi.
“Sebenarnya untuk los, masing masing pedagang sudah tau tempatnya masing-masing, hanya saja ada sebagian bekas los kemarin tertutup timbunan, sehingga pengurus pasar kembali memasang patok,” jelasnya.
Nurkolis sendiri saat ini telah menyelesaikan pembangunan losnya, yang terletak di lapak bagian blok B. “Tinggal kasih masuk barang, karena saya punya sejak minggu lalu dibangun,” tuturnya.
Sementara itu Sunardi, pedagang korban kebakaran lainnya, menyampaikan dirinya telah membangun tempat jualannya, satu minggu pasca kebakaran. “Saya punya di bagian blok D, kami punya hanya renovasi jadi, sudah bikin sejak Februari lalu,” ujarnya.
Diapun mengatakan di lapak bekas kebaran, semuanya ditempati oleh korban kebakaran. “Semuanya korban, tidak mungkin kasih orang baru,” ujarnya.
Sunardi menyebut sekitar seratusan pedagang di Lapak tersebut, semuanya telah mendapatkan tempat sesuai dengan lokasi lama. “Semua dibagi sesuai tempat lama, jadi tinggal sekarang mau bangun model apa, tergantung pedagangnya sendiri, karena pemerintah hanya bantu bikin los pasarnya, tapi untuk lapaknya diserahkan ke kami (Korban kebakaran),” ujarnya.
Diapun menyatakan walaupun lapak dari masing masing pedagang dibangun menggunakan dana pribadi, tetapi berharap tetap memperhatikan penataan pasar dengan baik.
“Semoga saja setiap lapak yang dibangun, tetap pikirkan kondisi baik dari segi kerapian, tetapi juga faktor lain yang terjadi, misalnya tidak boleh bangun lebih tinggi dari los pedagang lain, karena nanti akan mudah banjir,”harapnya. (rel/tri)
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…