Categories: METROPOLIS

Paket Proyek Pekerjaan Fisik Harus Cepat Dilelang

JAYAPURA- Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey meminta kepada seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura agar bekerja secara maksimal sesuai target yang ada. Khususnya dalam pelaksanaan Proyek Pekerjaan Fisik, harus cepat dilelang supaya bisa dikerjakan dan tidak menghambat waktu kerja.

   Dimana  triwulan pertama tahun 2023 untuk paket pekerjaan fisik harus bisa dilakukan pelelangan dengan maksimal, karena masyarakat tentu menunggu apa yang akan dikerjakan pemerintah di triwulan pertama ini.

  Frans Pekey mengakui, Pemerintah pusat sudah mengingatkan kepada semua kepala daerah bahwa progres program kegiatan triwulan pertama penyerapannya harus bisa sampai 25 persen. Jika di triwulan pertama penyerapan tidak sampai 25 persen, tentu akan diberikan sanksi dari pusat, karena dianggap tidak bisa menyerap anggaran.

  Oleh karena itu, dia minta kepada Dinas terkait seperti Dinas PUPR PKP Kota Jayapura maupun lainnya yang ada paket pengadaan pekerjaan fisik, bisa dilakukan secara baik dokumen bisa disiapkan dan BPBJ Setda Kota Jayapura juga bisa mengawalnya dengan baik hingga persiapan lelang/tender di lingkungan Pemkot Jayapura bisa berjalan tepat waktu.

  Menurut Pekey, pelaksanaan tender/lelang harus dilakukan dengan cepat dan tepat sesuai dengan proses yang berlaku, sehingga pekerjaan fisik bisa dikerjakan. Pasalnya, jika proses tender/lelang lama tentu akan mempengaruhi pekerjaan fisik dan jika dalam satu tahun tidak ada pekerjaan fisik yang maksimal, tentu masyarakat akan menilai tidak ada pembangunan atau pekerjaan fisik yang di Kota Jayapura.

  Oleh karena itu, diharapkan semua OPD yang melaksanakan pekerjaan fisik bisa melengkapi semua dokumen paket pekerjaan yang telah diprogramkan di tahun 2023 sesuai jadwal. Selain itu bisa dikoordinasikan dengan Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) dalam melakukan upload paket lelang/tender dengan cepat.

  dengan demikian, pihak ketiga bisa mengetahui dan yang memang dalam tender tersebut bisa langsung kerja. Yang penting harus ikut mekanisme, pastikan itu tidak bermasalah, bukan hanya masalah administrasi tapi juga kualitas.

  Di  samping itu, dia meminta seluruh proyek pembangunan infrastruktur harus bersih. Mulai dari proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan demi mewujudkan pembangunan yang berkualitas.(dil/tri)

newsportal

Recent Posts

Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…

20 hours ago

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

1 day ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

1 day ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

1 day ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

1 day ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

2 days ago