Categories: METROPOLIS

Pengangguran di Kota Jayapura Membengkak

Disnaker Akui Program Padat Karya Bersifat Sementara

JAYAPURA– Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura,  Jhoni Naa mengatakan, angka pengangguran di kota Jayapura saat ini cukup tinggi, dari data pencaker tahun ini saja ada 15.000-an orang, naik 5000 dari data pencaker tahun 2023.

Menurutnya tingginya angka pengangguran di kota Jayapura ini disebabkan karena keinginan masyarakat untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau Aparatur Sipil negara (ASN) itu masih menjadi dominasi.

Sehingga ketika menamatkan pendidikan tidak banyak yang berpikir untuk menciptakan lapangan kerja atau berwirausaha.  Ketika ini terus terjadi dan semakin banyak lulusan baru yang menanti pengangkatan CPNS maka semakin banyak juga angka pengangguran yang akan terjadi.

“Mengenai pengangguran ini sebenarnya kembali ke kita saja, kalau kita punya niat, minat dan bakat untuk bisa mengembangkan usaha. Usaha-usaha informal itu kan banyak, tetapi kan penganggur atau pencakar ini merasakan bahwa dia masih merasa harus mendapatkan pekerjaan-pekerjaan formal.  Salah satunya ingin menjadi PNS itu sangat tinggi,”Kata Jhoni Naa, Selasa (23/7) kemarin.

Di satu sisi pihaknya terus memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan kepada para pencari kerja di kota Jayapura bahkan hal itu tidak saja dilakukan oleh dinas tenaga kerja tetapi juga beberapa sektor lainnya seperti Dinas Pariwisata dinas Perindustrian dan Perdagangan dan juga Dinas Perikanan dan Kelautan.  Hanya saja ketika skill ini telah diberikan oleh pemerintah namun tidak banyak juga didukung oleh kemauan dari masyarakat itu sendiri.

“Banyak pelatihan yang sudah kita berikan bukan saja dari dinas tenaga kerja tetapi juga dari dinas-dinas lain seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan.  Sektor perikanan juga,  Kita cenderung menunggu sesuatu yang membuat pengangguran makin bertambah karena kita tidak mau berusaha untuk pekerjaan-pekerjaan yang lain.  Tapi bagaimana angka pengangguran kita mau berkurang kalau yang selama ini kita latih itu para pencakar tidak punya minat untuk membuka usaha,”katanya.

Selain itu kegiatan padat karya yang seringkali dilakukan oleh pihaknya juga tidak banyak memberikan pertolongan bagi masyarakat. Karena kegiatan-kegiatan padat karya ini hanya diberikan kepada orang-orang yang memang secara ekonomi masih kurang mampu dan itu sifatnya hanya sementara waktu.  Sehingga untuk memperbaiki ekonomi dalam jangka panjang juga tidak bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan program Padat Karya tersebut. (roy/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

6 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

7 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

8 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

9 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

10 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

11 hours ago