Namun demikian, Richard mengakui bahwa untuk mewujudkan rencana besar tersebut, Dispar tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat adat, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sektor perbankan, hingga pemerintah provinsi dan pusat, termasuk kementerian teknis.
“Kalau hanya mengandalkan DPA Dispar, tentu sangat sulit untuk memulai dan mengembangkan semua ini. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama,” tegasnya.
Dengan pembangunan infrastruktur yang terus berjalan dan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kota Jayapura berharap sektor pariwisata dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.
Richard juga menegaskan, tahun 2026 ini juga ada beberapa kampung yang didorong untuk dibangun spot spot wusatanya. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Selasa, mengatakan ASN tidak boleh hanya hadir…
“Energi bukan sekadar soal pembangkit, jaringan dan investasi. Energi adalah kebutuhan dasar untuk menerangi…
Menurut Rustan, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela saat ini mulai menunjukkan perkembangan…
Abisai mengajak seluruh masyarakat di tiga kampung Skouw untuk menjadikan perjalanan 112 tahun Injil…