Categories: METROPOLIS

Masih Ada yang Belum Terapkan Jaga Jarak

PKL di depan Pasar Sentral Hamadi, yang menjual takjil  Jumat (24/4) kemarin. Namun baik penjual maupun pembeli  tidak mengikuti imbauan menjaga jarak. Hal ini tentu sangat disayangkan warga belum mengikuti anjuran pemerintah. (FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA- Hari pertama pelaksanaan ibadah puasa (24/4)kemarin, Pedagang Kaki Lima (PKL) sudah banyak yang berjualan takjil (jajanan sata puasa) dibeberapa titik di Kota Jayapura, salah satunya di depan Pasar Sentral Hamadi. Namun dengan kondisi seperti ini, adanya wabah Corona, tentu masyarakat harus tetap menjaga jarak dan menggunakan masker jika keluar rumah.

  Wakil Wali Kota Jayapura sekaligus Ketua Tim Gugusu Tugas Percepatan Covid-19 Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM.,mengatakan, PKL dalam berjualan takjil pada sore hari memang masih bisa, hanya saja harus menaati segala aturan yang telah dibuat pemerintah, yakni boleh jualan dengan jarak, pedagang wajib menggunakan masker dan sarung tangan, serta menyediakan tempat cuci tangan. Dan tetap menjaga jarak saat melayani pembeli. Termasuk pembeli saat membeli wajib menggunakan masker, dan tetap dalam keadaan bersih tidak dari mana-mana yang berpotensi berkumpul dengan orang banyak. Setelah membeli takjil sampai rumah harus cuci tangan dan kaki, pastikan saat masuk rumah sudah bersih.

  “Memang PKL penjual takjil pada sore hari bisa berjualan, tapi tetap diatur, jika memang masih ada PKL yang tidak menaati aturan tetap akan dilakukan tindakan,’’katanya, kemarin.

Berdasarkan pantauan Cenderawasih Pos, untuk PKL yang berjualan takjil baik di depan pasar sentral hamadi, maupun pasar paldam masih belum bisa jarak atau mematuhi segala aturan pemerintah, termasuk para pembeli masih banyak yang berkerumun. 

 Sementara itu lapak penjual takjil juga ada di di sepanjang Kotaraja, Jalan Baru, Pasar Lama dan Paldam.

 Salah satu pedagang yang memilih tetap berjualan di tengah pandemi Covid-19 adalah Marlina, ia menjajakan jualannya seperti cucur, bolu, gogos, roti dan jenis kue lainnya yang dijual Rp 2 ribu per kuenya. “Saya tetap berjualan kendati sepi pembeli dan sepi pedagang lainnya, karena menurut saya akan tetap ada orang yang mencari takjil,” ucap Marlina yang berjualan di Pasar Sore Paldam, 

 Diakuinya, dihari pertama jualan takjil, sepi pembeli. Bahkan, takjil yang ia jajakan itu porsinya ia kurangi dari porsi jualan takjil tahun sebelumnya. Apalagi, batas mereka berjualan hingga pukul 18;00 WIT. “Ini hanya bawa sedikit saja, yang menitip jualan ke saya juga sudah berkurang. Mereka tahu ini sedang corona,” akunya.

Hal serupa juga disampaikan Muna, ia mengaku pembeli kali ini amat menurun jika dibanding ketika ia berjualan tahun sebelumnya. Iapun memaklumi jika kurang pembeli. “Sepi sekali, biasanya pukul 17;00 WIT itu, jualan saya tinggal sedikit. Nah ini, sudah mau waktu berbuka puasa takjil saya masih banyak,” ungkapnya.

Muna sendiri berjualan dengan menggunakan masker, sama seperti penjual takjil lainnya. Bahkan, sesekali terlihat mereka menggunakan sanitizer di tangannya. (dil/fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

24 hours ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

1 day ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

1 day ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

1 day ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

1 day ago

KNPI Harus Kerja Nyata dan Beri Manfaat Pada Masyarakat

  Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…

1 day ago