

Penyerahan LKPD Pemerintah Kota Jayapura kepada Perwakilan BPK Provinsi Papua, Kamis (24/3) kemarin. (foto: Ayu/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura menjadi yang pertama dan tercepat dalam menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited se Provinsi Papua. Hal ini disampaikan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Papua, Arjuna Sakir usai Sekda Kota Jayapura, Frans Pekey, M. Si menyerahkan LKPD Tahun 2021.
“Saya berharapnya provinsi menjadi yang pertama menyerahkan, tapi ternyata Kota yang lebih dulu, ini luar biasa,” ujarnya.
LKPD unaudited tersebut selanjutnya akan diperiksa sesuai dengan standar pemeriksaan BPK yaitu SPKN. “Kami berkewajiban menyerahkan hasil pemeriksaan selambat-lambatnya dua bulan setelah penerimaan, sehingga kami berharap laporannya sudah lengkap dan telah memenuhi syarat,” ujarnya.
Pemeriksaan keuangan bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) bahwa laporan yang disajikan secara wajar dalam semua hal material dan sesuai dengan prinsip akuntansi. “Ini dalam rangka memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi. Dan pemerintah Kota sudah WTP sejak 2013, kami berharap ini akan terus dipertahankan,” ujarnya.
Sementara itu Sekda Kota Jayapura, Frans Pekey menyatakan Pemkot Jayapura telah siap untuk diaudit baik dari sisi kesiapan dokumen-dokumen ataupun juga terkait dengan hal-hal teknis. “Hari ini kita menyerahkan LK di minggu ketiga bulan Maret. Jadi masih belum terlambat. Kita telah menyerahkan LK tahun anggaran 2021 untuk di audit oleh BPK RI Perwakilan Papua bersama-sama dengan tim pemeriksa dan akuntansi publik. Dan rencana tim akan mulai melakukan audit pada 28 Maret,” ujarnya.
Frans menegaskan pemerintah kota tetap dalam komitmen mempertahankan prestasi WTP selama 9 bulan berturut-turut. “Komitmen pemerintah kota adalah masih pada komitmen untuk mempertahankan opini WTP untuk yang ke 9 kalinya. Itu harapan kami. Kami siap dan selalu bersedia melakukan komunikasi koordinasi, kerjasama dengan tim audit yang akan memeriksa di Kota Jayapura,” ujarnya.
Untuk itu pihaknya berharap para OPD di jajaran pemerintah kota pengguna anggaran pemkot untuk standby menyiapkan dokumen2 pengelolaan keuangan OPD nya sesuai dengan bukti dan fakta sehingga sajian data informasi itu betul sesuai dengan fakta yang ada. (Rhy/tri)
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…