Di sisi lain, klarifikasi juga diberikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Papua, melalui Kepala Bidang Darat Ortinus Rumbewas. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan lampu merah tersebut diduga akibat tertabrak kendaraan besar.
“Lampu itu kan tinggi sekali. Kita duga mobil tronton atau kontainer menabrak sisi lampu hingga menyebabkan korsleting,” jelas Ortinus saat dikonfirmasi via telepon.
Menurutnya, kerusakan terjadi pada beberapa titik panel dan sambungan lampu sehingga menyebabkan sistem mati total. Namun setelah dilakukan perbaikan, seluruh perangkat kini berfungsi kembali sebagaimana mestinya.
Dengan kembalinya lampu merah tersebut, pemerintah mengimbau pengendara untuk tetap tertib dan berhati-hati saat melintas di kawasan Hamadi. Pemerintah juga berjanji akan meningkatkan pengawasan serta pemeliharaan rutin fasilitas lalu lintas guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…