Categories: METROPOLIS

Waspada Lethal Yellowing Disease

JAYAPURA – Balai Karantina Pertanian Jayapura mulai mewanti soal penyakit tanaman dengan nama Lethal Yellowing Disease yang menyerang tanaman jenis palm– palman. Pasalnya hinga kini dikatakan untuk Indonesia  penyakit tanaman ini masih belum ada atau belum ditemukan.

   Sementara  di negara tetangga PNG, penyakit ini sudah ditemukan. Karenanya  pihak balai cukup ekstra hati-hati terkait masuknya penyakit ini ke Papua. Apalagi beberapa bulan terakhir sudah 2 kali upaya penyelundupan buah pinang berhasil digagalkan.  Pinang sendiri bagian dan genus palm – palman.

   “Untuk saat ini, penyakit Lethal Yellowing ini belum ada di Indonesia, tapi sudah ditemukan di PNG. Penyakit ini menyerang khusus tanaman palm– palman misal kelapa, kelapa sawit dan seluruh jenis palm lainnya,” kata Rachmad Turung, Sub Koordinator Karantina Tumbuhan yang mewakili Balai Karantina Pertanian di sela – sela press rilis yang digelar di Satrol Lantamal X Jayapura di Porasko, Senin (23/5).

   Ia menyampaikan bahwa penyakit ini akan mengganggu produktifitas buah dan kalau semakin parah maka akan mengurangi pertumbuhan tanaman.  Di Indonesia sendiri penyakit ini belum ditemukan, sehingga kata Rachmad  itu masuk dalam kategori Organisme Pengganggu Tanaman Karantina Kelas I.

   “Tapi yang patut diwaspadai adalah di PNG penyakit itu sudah ada dan sudah 2 kali pinang masuk ke Jayapura dari cara penyelundupan ini. “ujarnya.   “Kami bersyukur dari sinergitas ini akhirnya bisa digagalkan,” sambungnya.

   Lalu untuk hasil pemeriksaan dari pinang yang disita ini dikatakan sudah bisa diketahui pada Selasa besok (hari ini)  karena bisa dilihat dari sisi tanaman seperti, adakah gejala serangan lalu kedua serangga vectornya artinya serangga yang membawa phitoplasma.

    “Jika membawa penyakit, maka akan langsung dimusnahkan, sedangkan jika pinang ini aman maka ada penanganan teknisnya lagi. Saat ada yang diamankan pertama seingat saya itu tanpa tangkai, tapi kali ini sudah dengan tangkainya sehingga nanti dari tangkainya yang akan kami teliti,” tutupnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

6 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

14 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

15 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

16 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

17 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

20 hours ago