

Fransiscus Tunggul Amarta (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Dalam rangka meningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua terutama di Kota Jayapura, SMK N 3 Jayapura terus berupaya untuk meningkatkan akses sertifikasi kompetensi bagi siswa dengan mengandeng dunia usaha dan industri.
Kepala Sekolah SMK N 3 Jayapura Fransiscus Tunggul Amarta mengatakan saat ini sekolahnya mengunakan sertifikasi lokal dengan mengandalkan pengusaha yang telah menjalankan kerjasama dengan SMKN 3 Jayapura selama ini.
“Ini yang sertifikat lokal dan yang menentukan nilainya bukan sekolah tetapi dari dunia usaha dan industri,” kata Amarta kepada Cenderawasih Pos, Jumat (21/2).
Menurutnya, sertifikasi lokal tersebut tidak menutup kemungkinan bisa digunakan siswa jika ingin melamar kerja di luar Papua. Lanjutnya menjelaskan sekira tiga tahun yang SMKN 3 Jayapura, SMKN 2 Jayapura, dan SMKN 1 Jayapura sudah mengunakan, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang dilakukan oleh pemerintah kota.
Namun berjalannya waktu program tersebut tidak dilanjutkan, karena masa berlakunya sudah berakhir dan membutuhkan dana yang cukup besar jika ingin dilanjutkan. Menurutnya, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah merancangkan untuk menghidupkannya kembali, namun hingga saat ini belum dijalankan karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.
“Kita punya LSP sudah kedaluwarsa, asesornya ada tapi LSP nya sudah tidak boleh lagi karena sertifikatnya telah kedaluwarsa, Dinas pendidikan Kota Jayapura telah merancangkannya untuk menghidupkannya kembali, karena kalau mengharapkan sekolah tidak bisa, itu membutuhkan anggaran yang cukup banyak,” ungkap kepsek.
Ia berharap LSP tersebut dapat dihidupkan kembali karena sangat bermanfaat bagi siswa yang ingin melamar kerja di perusahan-perusahan diseluru Indonesia karena memiliki sertifikat kompetensi yang berstandar Nasional.
Lebih lanjut Amarta menjelaskan, yang menentukan siswanya mendapatkan nilai baik dan bagus adalah dari dunia usaha dan industri. Sebagai contoh di jurusan otomotif, Sepeda motor diawasi oleh PT Astra Motor Honda Jayapura, kendaraan ringan atau mobil dari CV Combos Toyota, TKP (Teknik Konstruksi Perumahan) dari perusahan Yuka Yame, Listrik, Elektronika, Mesin dan Pengelas dari BLK, kemudian Teknik Jaringan Komputer dari PT Persada.
“Mereka ini yang memberikan sertifikasi dan menilai. Nilai itulah yang muncul di sertifikat yang diberikan kepada siswa yang lulus nantinya,” terangnya. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…
Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…
Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…
Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…
Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…