

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo saat melepas calon mahasiswa dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Jayapura, Kamis (20/8). (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberangkatkan 15 mahasiswa asal Port Numbay untuk menempuh pendidikan tinggi di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Ke-15 mahasiswa tersebut dilepas langsung Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Jayapura, Kamis (20/8).
Seluruh biaya pendidikan para mahasiswa tersebut ditanggung Pemerintah Kota Jayapura sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka akses pendidikan bagi generasi muda Port Numbay.
Abisai mengatakan, kesempatan yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia meminta para mahasiswa fokus menjalani perkuliahan, menjaga disiplin, serta tidak mudah terpengaruh lingkungan yang dapat mengganggu proses pendidikan.
“Hari ini Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan melepas 15 anak Port Numbay yang akan melanjutkan kuliah di Universitas Hasanuddin di Makassar. Pendidikan mereka dibiayai oleh Pemerintah Kota Jayapura,” ujar Abisai.
Ia menegaskan, para penerima dukungan pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan studi sesuai target waktu yang telah ditentukan. “Pemerintah sudah membiayai dan menanggung kuliah. Belajar baik-baik dan selesaikan tepat waktu. Paling lambat empat tahun kuliah. Kalau lebih dari empat tahun, itu menjadi tanggung jawab orang tua,” tegasnya.
Menurut Abisai, pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda sekaligus menjadi bekal untuk berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan Kota Jayapura.
Ia kemudian membagikan pengalaman ketika dirinya menempuh pendidikan di STM Kristen Tomohon. Meski harus bersekolah jauh dari kampung halaman, pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk tetap tekun hingga menyelesaikan pendidikan.
“Dulu saya sekolah di STM Kristen di Tomohon. Jauh dari kampung, tetapi saya tetap tekun sekolah sampai selesai. Ini menjadi pengalaman dan motivasi bagi anak-anak kita,” katanya.
Abisai berharap 15 mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik, kembali ke Jayapura, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah. “Lima belas anak ini pergi kuliah lengkap dan kembali juga lengkap. Kalian adalah generasi penerus Kota Jayapura,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka selama menjalani pendidikan di luar Papua.
Page: 1 2
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…