

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena. (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA-Dinas Pendidikan Kota Jayapura meminta pihak sekolah mengambil tindakan tegas terhadap aksi tawuran yang melibatkan siswa SMKN 3 Jayapura dan SMA YPPK Taruna Dharma di kawasan Kotaraja, Kamis (20/8).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut bukan kali pertama terjadi. Karena itu, diperlukan langkah serius dari pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Rocky mengatakan pihaknya telah menyampaikan hal tersebut kepada kedua sekolah serta meminta kepala bidang terkait untuk turun dan melakukan penanganan. “Ini sudah sering terjadi. Dari cerita yang kami terima, persoalannya berawal dari salah paham antarsiswa. Karena itu, supaya tidak terulang lagi harus ada kesepakatan dan yang lebih penting aturan sekolah harus tegas,” ujar Rocky ujar Rocky ke Cepos, Kamis (20/8).
Menurutnya, tata tertib sekolah harus menjadi landasan yang wajib dipatuhi seluruh siswa. Setiap pelanggaran, baik kategori ringan, sedang maupun berat, harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Siapa pun yang terindikasi atau terbukti melakukan pelanggaran, sekolah wajib mengambil tindakan. Karena dari beberapa kali tawuran ini akhirnya ada yang dirugikan, terjadi kerusakan fasilitas dan juga mengganggu ketertiban umum. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Rocky menilai sekolah memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran sejak dini. Guru Bimbingan Konseling (BK) dan wali kelas, kata dia, harus menjadi garda terdepan dalam mengenali kondisi serta perkembangan setiap siswa.
“Wali kelas itu ujung tombak pertama. Mereka harus mengetahui sikap, etika, karakter dan persoalan setiap anak sebelum kemudian ditangani oleh guru konseling,” katanya.
Namun, ia mengakui masih terdapat keterbatasan tenaga guru BK di sejumlah sekolah. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama di sekolah dengan jumlah siswa yang mencapai ribuan.
“Kalau siswanya seribu orang, sementara guru BK hanya dua orang, tentu tidak mungkin bisa mengatasi semua dinamika dan persoalan siswa. Ini menjadi perhatian kita ke depan,” jelasnya.
Rocky berharap SMKN 3 Jayapura dan SMA YPPK Taruna Dharma dapat segera membangun kesepakatan untuk mencegah terjadinya kembali aksi tawuran yang tidak hanya mengganggu aktivitas sekolah, tetapi juga ketertiban masyarakat karena kerap berdampak hingga ke jalan raya.
Ia menegaskan, apabila siswa tidak mampu mengikuti aturan yang telah ditetapkan sekolah, maka pihak sekolah harus mengambil tindakan sesuai tata tertib, termasuk mengembalikan pembinaan kepada orang tua apabila diperlukan.
Rocky juga mengingatkan kepala sekolah agar tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap siswa yang melanggar aturan. “Sejak masuk sekolah pasti ada kesepakatan yang ditandatangani, baik oleh siswa maupun orang tua. Jadi aturan itu harus dijalankan,” katanya.
Page: 1 2
Topografi Kota Jayapura yang unik diapit oleh gugusan perbukitan curam dan bentangan pesisir pantai membuat…
-Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri meminta para bupati dan wali kota tidak menyerahkan agenda penting…
Kepala Bagian Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Dian Novita, mengatakan ketentuan…
"Kita ke sini sesuai dengan perintah Pak Wali Kota untuk menata dan menertibkan Pasar…
Suara nyaring datang dari kalangan pedagang asli Papua yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup di…
Peluncuran buku tersebut dihadiri mahasiswa, akademisi serta Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP) Latifah Anum…