Categories: METROPOLIS

Mayat di Bawah Jembatan Merah Masih Misteri

JAYAPURA-Penemuan mayat yang sudah sepekan terhitung Rabu (21/9) hingga kini masih misteri. Pasalnya hingga kemarin polisi belum mendapatkan identitas korban dan karena belum diketahui sehingga polisi menyebutnya sebagai Mr X. Proses  penyelidikan dengan meminta keterangan dari saksi-saksi juga terus dilakukan termasuk mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi.

  Selain belum diketahui identitasnya, polisi juga belum mengetahui apa penyebab kematian korban. Apalagi saat ditemukan, ternyata posisinya terbilang rapi alias tak ada TKP yang rusak atau seperti ada bekas perkelahian.

  Tak hanya itu, saat ditemukan posisi lidah dan dubur korban nampak mengeluarkan darah. Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon mengatakan bahwa belum banyak informasi yang bisa digunakan untuk mengetahui siapa dan bagaimana korban tewas.

   “Iya kami sebutnya Mr X, sebab hingga kini identitasnya belum diketahui. Kami sudah cek di celana dan pakaiannya ternyata tidak ada satupun tanda pengenal yang menjelaskan soal identitas korban jadi masih tanda tanya,” beber Kapolres, Senin (19/9).

   “Ini juga yang jadi kendala karena korban tidak ada KTP maupun identitas lain yang dibawa. Kami pikir masyarakat kalau bepergian harusnya identitas tetap melekat,” imbuhnya.

   Iapun menyampaikan bahwa jika warga ada yang merasa keluarganya belum kembali atau belum pulang maka bisa ditanyakan ke Polresta atau mengecek langsung ke ruang jenasah RS Bhayangkara. “Iya, bisa dicek langsung, ke kami atau ke rumah sakit,” imbuhnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

3 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

3 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

3 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

3 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

3 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

3 days ago