Categories: METROPOLIS

Kampus Almamater Menteri Bahlil Sepi Peminat

JAYAPURA – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay Jayapura, yang merupakan kampus almamater dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, kini dikabarkan sepi peminat. Dimana tiap tahun mengalami penurunan jumlah pendaftar mahasiswa baru, sehingga sejumlah jurusan/program studi kekurangan mahasiswa.

   Ketua STIE Port Numbay Jayapura Dr. John Agustinus, SE, MM mengaku sekarang ini memang ada trend penurunan penerimaan mahasiswa baru. “Sekarang ini memang ada trend penurunan jumlah penerimaan mahasiswa baru hampir semua perguruan tinggi terutama perguruan tinggi swasta di Papua,” ungkap John kepada Cenderawasih Pos di kampus STIE Port Numbay, Selasa (18/2).

  Adapun penurunan tersebut, kata John, disebabkan karena masyarakat dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Salah satunya adalah anak-anak Papua yang tamat SMA/SMK cenderung memilih sekolah di luar Papua seperti di Jawa dan di beberapa daerah lainnya karena mendapatkan beasiswa dari pemerintah contohnya Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).

   Selain itu, banyaknya perguruan tinggi swasta saat ini di Papua, juga  berdampak pada turunnya peminat di kampus itu. “Dulu di Papua perguruan tinggi itu cuma 30-40. Sekarang sudah mencapai 75 perguruan tinggi swasta (PTS) di tanah Papua secara keseluruhan belum termasuk perguruan tinggi negeri (PTN),” sebutnya.

  Menurutnya,  sebelum adanya DOB jumlah perguruan tinggi di Provinsi Papua sebanyak 55 perguruan tinggi, namun setelah DOB khusus untuk Provinsi Papua sebanyak 28 perguruan tinggi. Sementara untuk Kota Jayapura dan sekitarnya kurang lebih sebanyak 23 PTS, belum termasuk PTN.

   Hal lain yang menyebabkan PTS kurang diminati. Apalagi PTN banyak menerima mahasiswa dengan menawarkan berbagai program yang cukup menggiurkan masyarakat. “Jadi banyak mahasiswa yang memilih kuliah di PTN ketimbang PTS yang pada akhirnya swasta merasakan dampaknya,” jelasnya.

   Selain masalah tersebut, faktor ekonomi juga yang menjadi penghambat dari kurangnya minat masyarakat untuk memilih kuliah di PTS. Berdasarkan analisisnya, kebanyakan masyarakat Papua mempunyai penghasilan per bulannya sebanyak Rp 2 juta.

   Penghasilan tersebut belum termasuk biaya kehidupan setiap hari, biaya sekolah anak-anak dan lainnya. Karena rata-rata pekerjaan OAP adalah peramu atau masih mengharapkan penghasilan dari alam. “Sehingga untuk membiayai anak-anak untuk sekolah tidak cukup terkecuali OAP yang orangtuanya PNS,” ujarnya.

   Diketahui jumlah keseluruhan mahasiswa di kampus STIE Port Numbay Jayapura per Selasa (18/2/2025) mencapai kurang lebih sebanyak 700 mahasiswa. 80 persen dari jumlah tersebut adalah orang asli Papua dan 20 persennya masyarakat Nusantara atau pendatang. Adapun lulusan pertahun dari kampus tersebut kurang lebih 170 mahasiswa. (kar/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

57 minutes ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

2 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

3 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

4 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

5 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

6 hours ago