Categories: METROPOLIS

Bandel, Enam Oknum Polisi Disidang

JAYAPURA–Enam personel polisi yang melanggar aturan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jumat (16/9) pagi disidang. Keenam anggota yang diduga melakukan pelanggaran pelanggaran yaitu Ipda FS dan Briptu OMA dari Polres Puncak Jaya, Bripka SM anggota Polres Mamberamo Tengah, Bripda MA dari Polres Pegunungan Bintang, Bripda GW dari Polres Tolikara serta Bripda FF dari Bid TIK Polda Papua

Adapun perangkat sidang yang digelar di ruang Subbid Provos Bid Propam Polda Papua yakni Kompol I Made Suartika, selaku pimpinan sidang, AKP Wilhelmus Ajomi dan Ipda Dito A. Ilmuwanto selaku Pendamping Pimpinan Sidang, Penuntut Ipda Safrudin, Sekertaris Bripda Fajar Lagora, serta Ipda Hasrar dan Ipda PJ Manurung selaku pendamping terduga pelanggar.

   Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol. Gustav R. Urbinas menyampaikan bahwa keenamnya terbukti bersalah lantaran tidak disiplin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

  Keenam anggota ini kata Gustav mendapat hukuman mutasi demosi, penundaan pangkat dan penempatan dalam tempat khusus mulai 10 maupun 21 hari.  “Kami Propam Polda Papua tidak segan-segan memproses anggota Polri khususnya di lingkungan Polda Papua dan jajaran yang melakukan pelanggaran baik itu kasus ringan maupun berat, ” tegas Gustav, Jumat (16/9).    

   Pemberian hukuman ataupun sanksi yang diberikan kepada personel yang melanggar aturan kata ia merupakan bentuk profesional pihaknya dalam menjalankan tugas.

  Selain itu juga, pihaknya melakukan pencegahan berupa sosialisasi maupun operasi agar mengingatkat setiap personel untuk tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun. “Sudah banyak contoh dan sanksi yang diberikan jadi sekalipun polisi jika tak disiplin ya kami proses. Tidak ada alasan untuk membuat aturan sendiri, ” tandasnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

3 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

11 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

12 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

14 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

15 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

16 hours ago