

JAYAPURA-Fraksi Partai Demokrat DPR Papua nampaknya gerah dengan manuver-manuver politik yang dilakukan sejumlah pejabat asal Papua di pusat. Yang dilakukan dianggap sudah tidak lagi konsisten mengemban tugas yang dipercayakan oleh gubernur sehingga dirasa perlu ditegur atau bahkan dilakukan pergantian.
“Saya tidak perlu menyebut nama dan jabatannya, sebab sudah banyak yang tahu. Itu kondisi saat ini dimana pejabat eselon ini banyak yang bergerilya dan bermanuver ke Jakarta untuk mencari jabatan,” kata Sekretaris Partai Demokrat, Boy Markus Dawir melalui ponselnya, Selasa (15/11).
Para pejabat ini ke Jakarta, kata Boy, dengan tujuan meloby posisi jabatan baru di provinsi baru yang sama artinya sudah tidak sepenuh hati untuk menjalankan tugasnya di Papua. “Itu yang kami bilang, mereka ke sana untuk mencari posisi baru di provinsi baru, namun gagal. Kami heran saja, mereka tidak membantu gubernur untuk kondisi pemerintahan saat ini tapi memilih mencari selamat sendiri,” sindir Boy.
Di sini Boy Dawir tegas meminta bahwa bila perlu gubernur mencopot para pejabat eselon yang ke Jakarta untuk mencari jabatan ini. “Harusnya lebih fokus bagaimana APBD Induk dan membantu kerja gubernur di saat gubernur menjadi single fighter memimpin Papua seorang diri. Kalau di Induk mereka sudah punya keinginan untuk bergeser, maka sebaiknya gubernur segera mengganti dengan pejabat baru agar focus,” singgung Boy.
Di sini Boy Dawir juga mengusulkan agar gubernur melihat putra – putra terbaik dari Tabi dan Saireri untuk masuk mengisi posisi krusial di pemerintahan provinsi, sebab sudah cukup lama Putra Tabi – Saireri hanya menjadi penonton .
“Jadi dengan pemekaran ini bisalah gubernur memprioritaskan mereka, kami pikir banyak yang bisa diusulkan untuk posisi pejabat eselon, khususnya dari wilayah Tabi dan Saireri,” imbuh Boy. (ade/tri)
Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai. Arus lalu lintas…
Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…
Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…
Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…
Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…