

Guru SLB Negeri Pembina Provinsi Papua Sery Rante Pabunga saat memberikan pelajaran bagi siswa SLB di Papua (Foto/Antara/Dok.SLB Papua)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan setempat mulai membenahi layanan pendidikan khusus menyusul rendahnya indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan yang dinilai masih belum mampu menjawab kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Marthen Medlama di Jayapura, Senin, mengatakan pembenahan tersebut dilakukan melalui evaluasi berbagai persoalan pendidikan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Rendahnya capaian SPM menyebabkan sejumlah layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus belum dapat diberikan secara optimal,” katanya.
Menurut Marthen, salah satu pembenahan yang akan dilakukan dalam waktu dekat, yakni kebutuhan tenaga pendidik dimana hal ini menjadi perhatian, karena sejumlah guru di sekolah khusus akan memasuki masa pensiun
“Sehingga, kondisi tersebut juga berkaitan dengan indikator penilaian SPM yang dilakukan pemerintah pusat. Penilaian untuk kewenangan provinsi lebih menitikberatkan pada pendidikan khusus, sementara SMA dan SMK telah menjadi kewenangan kabupaten/kota,” ujarnya.
Page: 1 2
Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…
Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…
Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…
Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…