Categories: METROPOLIS

Polisi Buru Pelaku Utama Pembunuhan Sopir Taksi

AKBP. Gustav R Urbinas ( FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Satuan Reskrim Polres Jayapura Kota melakukan pengejaran terhadap seorang pria berinisial  KW. 

Hal ini terkait dengan penganiayaan dan pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya seorang sopir angkutan umum bernama Laode Rafi Udin (28) di seputaran Dok IX, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (12/7) dini hari lalu.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R Urbinas mengatakan, pria berinisial KW ini diduga sebagai pelaku utama terkait dengan tewasnya sopir angkutan umum usai dikeroyok sekira pukul 01:00 WIT.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap empat orang yakni HM (24), AW (29) PW (18) dan YW yang telah kami amankan sebelumnya, mereka mengarahnya ke KW yang saat ini masih melarikan diri,” ucap Kapolres saat ditemui di Mapolda Papua, Senin (15/7).

Pihaknya telah melakukan pemeriksaan intensif sejak keempat orang yang diduga sebagai tersangka diamankan, Jumat (12/7) lalu, di Mapolres Jayapura Kota. 

Dikatakan, untuk KW yang masih buron diupayakan penangkapannya terkait dengan  dugaan keterlibatannya sebagai pelaku langsung untuk kasus Dok IX yang mengakibatkan orang meninggal dunia.

“Kita juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi kunci. Selain itu mencari saksi-saksi  lain yang ikut mengetahui, menyaksikan, melihat langsung dan mendengar sebagaimana  kapasitas saksi guna terpenuhinya alat bukti untuk menetapkan mereka sebagai tersangka,” terangnya.

Empat orang yang saat ini masih diamankan di Mapolres Jayapura Kota menurutnya masih dilakukan  pemeriksaan mendalam  secara instensif dengan perimbangan-perimbangan dari saksi lain.

Kapolres menyebutkan bahwa pelaku mengenal korban, kemungkinan ada suatu permasalahan antara pelaku dan korban. Para pelaku diduga sebagai pembuat masalah di lingkungan tersebut dan korban adalah sosok yang selalu melaporkan sebuah kejadian. Sehingga kemungkin ada perasaan tidak suka antara pelaku kepada korban.

“Motif seperti itu akan kita buktikan. Apakah benar demikian dan kita masih melakukan pendalaman,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

10 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

19 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

19 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

21 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

22 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

24 hours ago