Categories: METROPOLIS

Maksimalkan Bendungan Tami Untuk Pengembangan Pertanian

JAYAPURA-Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey berupaya agar bendungan Tami dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian dan budidaya ikan air tawar, termasuk pengembangan sektor perkebunan.

Namun demikian, saat ini bendungan Tami ini belum dimaksimalkan. Kemudian kewenangan pemeliharaanya ada di kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Papua.

  “Menyangkut masalah pengelolaan Bendungan Tami yang ada di Koya Timur, itu juga menjadi masalah karena itu ada kewenangan di Kementerian PU dan Pemerintah Provinsi Papua,”ujarnya.

   Menurut Frans Pekey, perlu dipikirkan bagaimana pengelolaannya, termasuk perawatannya ke depan. Supaya kemudian bisa dialiri menjadi irigasi, untuk bisa digunakan oleh masyarakat, baik untuk pertanian juga untuk pengembangan sektor perikanan air tawar termasuk perkebunan.

   “Meskipun luas lahannya semakin berkurang,  tetapi yang ada itu kita pertahankan. Sehingga supply terhadap bahan pangan holtikultura bisa dari Koya barat dan Koya Timur menjadi daerah produksi,” harapnya.

   Dia mengatakan mengenai persoalan yang terjadi di Bendungan Tami, sudah sampaikan pada pemerintah pusat terutama Kementerian PUPR.  Di mana saat ini persoalannya karena ada banyak sedimentasi yang ada di kawasan Bendungan ini. 

Kemudian yang terpenting adalah biaya pengelolaan pemeliharaan bendungan tersebut yang harus menjadi perhatian dari Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Papua.

   “Dalam rapat itu saya sampaikan untuk pengelolaan dan pemeliharaan  Bendungan Tami.  Karena banyak sekali sedimen dan juga belum dilakukan pemeliharaan dengan baik.  Sehingga ketika banjir air kembali ke wilayah Keerom. 

Karena Bendungan itu hulunya ada di keerom. Kalau melebihi pasti akan banjir ke Koya Barat. Karena banyak sedimen pasir batu dan kayu atau material yang cukup banyak di kawasan itu,” bebernya. (roy/tri).

newsportal

Recent Posts

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

5 hours ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

7 hours ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

9 hours ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

15 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

17 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 days ago