Menurutnya, kebutuhan pendidikan anak-anak tidak boleh terabaikan meskipun keluarga mereka sedang menghadapi situasi pascakebakaran. Anak-anak harus tetap mendapatkan dukungan agar dapat kembali bersekolah dan menjalani aktivitas pendidikan seperti biasa.
Ia berharap penanganan terhadap korban tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga memperhatikan kebutuhan lanjutan warga, termasuk pendidikan anak-anak dan pemulihan kehidupan keluarga terdampak.
Dengan pendataan yang dilakukan secara tepat, diharapkan bantuan yang diberikan dapat lebih terarah dan menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama anak-anak korban kebakaran yang membutuhkan perlengkapan untuk kembali mengikuti kegiatan belajar.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…