Categories: METROPOLIS

Abisai Rollo: Tidak Ada Polemik di DPRD Kota Jayapura.

JAYAPURA-Ketua DPRD Kota Jayapura menyampaikan dengan tegas bahwa tidak ada polemik di DPRD Kota Jayapura, terkait dengan kisruh proses reposisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

   “Kalau dikatakan polemik, saya katakan tidak ada polemik,  sebenarnya politik itu seni, terkadang ada situasi tiba-tiba, tapi pasti akan kembali bersatu, itulah politik”, tutur Abisai Rollo saat ditemui di ruang kerjanya Sabtu (12/6).

   Menurut Abisai Rollo adanya penundaan proses reposisi AKD, karena mempertimbangkan semua fraksi yang masih di luar Daerah, sehingga pada tanggal 3 Juni lalu pihaknya menerbitkan surat pembatalan sidang tanggal yang semula dijadwakan pada tanggal 4, tapi karena pertimbangkan dengan anggota fraksi lainya yang masih berada di luar Daerah, maka pihaknya menunda jadwal sidang reposisi AKD, sampai  semua anggota fraksi sudah kembali dari Daerah.

   Diapun menerangkan setelah sebelumnya undangan sidang dijadwalkan hari sabtu tanggal 4 juni, ternyata Hj Mursidin, Hj Umar Padesa, Noi Ayomi, dan Hj Nasamudin masih di luar daerah dan mereka minta agar sidang reposisi AKD di tunda. Menanggapi permintaan dari anggota fraksi tersebut akhirnya sidang ditunda.

  “Teman teman ini minta untuk penundaan jadwal sidang, oleh sebab itu saya telepon  ke sekwan dan juga Wakil Ketua I untuk penundaan sidang, dan tanggal 3 kemarin saya terbitkan undangan penundaan sidang, tapi saat ini teman teman fraksi persoalkan undangan tersebut karena tidak mencantumkan tanda tangan waket I dan Waket II. Saya katakan kenapa tidak bisa?.bebernya.

   Sebelumnya selama 2 tahun 6 bulan masa reposisi AKD, seringkali ada keputusan Banmus tanpa mencantumkan tanda tangan Ketua DPRD, hal itu tidak pernah saya persoalkan, tapi kenapa undangan yang saya terbitkan saat ini dipersoalkan”, tutur Abisai Rollo.

   Dirinya menerangkan, terkait penerbitan undangan penundaan jadwal sidang sudah sesuai dengan peraturan undang undang nomor 12 tahun 2018, yang mana didalam pasal 33, (d) yang berbunyi pimpinan DPRD mempunyai tugas dan wewenang, melakukan kordinasi dan upaya menyinergikan pelaksanan agenda, dan materi kegiatan, dari Alat Kelengkapan Daerah.

  “Hal ini sudah saya lakukan dengan berkordinasi dengan Waket 1, tarkait penundaan sidang reposisi AKD, dan ini sudah sesuai dengan Tatib Dewan”, pungkasnya. (CR-267/tri)

newsportal

Recent Posts

Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Semangat Untuk Bernostalgia

   Di tengah usia yang semakin senja, pertemuan itu berlangsung sederhana. Para veteran saling menyapa,…

6 minutes ago

Ingatkan Orang Tua Awasi Anak Bermain Game Online

Menurut Axel, berdasarkan informasi yang diperoleh dalam kegiatan Rakernis bersama Densus 88 AT Polri, terdapat…

4 hours ago

Disambut Suka Cita dan Gelar Syukuran

Setelah hampir empat bulan terhenti akibat pemalangan sekolah, aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Kampung…

5 hours ago

Stop Klaim Tanah Adat Sebagai Milik Negara!

  Ketua Fraksi Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua, Willem Zaman Bonai, menegaskan bahwa masyarakat adat…

6 hours ago

Dua Tersangka Kasus Ganja Dilimpahkan ke Jaksa

   Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura…

7 hours ago

BGN Hentikan Sementara 14 SPPG di Papua

  Sebelas SPPG yang disuspend karena persoalan IPAL berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten…

8 hours ago