Categories: METROPOLIS

DPRD Pertanyakan Pelayanan PT. Pelni

DENGAR KETERANGAN – Suasana rapat yang dilakukan Komisi C DPRD Kota Jayapura dengan mengundang pihak maskapai penerbangan dan pihak kapal laut yang ada di Jayapura terkait mahalnya harga tiket termasuk pembayaran bagasi yang dibebankan kepada penumpang. Pertemuan di ruang rapat Komisi C pada Rabu (12/6) ini memberi catatan agar pihak maskapai bisa mempertimbangkan kembali soal persoalan tiket dan bagasi.( FOTO : Gamel Cepos )

Dicecar Mulai Kasur Hingga Sampah 

JAYAPURA – Komisi C DPR Kota Jayapura nampaknya penasaran dengan persoalan transportasi laut dan udara yang berjalan dalam dua pekan terakhir khususnya yang bersentuhan dengan arus mudik di Jayapura. Komisi C ingin mendengar apa saja perkembangan dan persoalan arus mudik apalagi jumlah penumpang khususnya yang menggunakan kapal dimana terjadi peningkatan penumpang yang sangat  signifikan. 

 Dari pertemuan di ruang Komisi C DPRD ini, pihak PT Pelni diperhadapkan dengan pertanyaan menyangkut masih banyaknya kasur yang dijual oleh oknum TKBM hingga sampah yang sepat diduga dibuang ke laut termasuk sarana air di kamar mandi.

 “Kami ingin mengetahui bagaimana kondisi pelabuhan dan penumpang yang datang ke Jayapura beberapa hari terakhir sebab kami mendengar penumpang naik sampai 300 persen dan apakah ini sesuai aturan atau justru  berlebihan. Jangan sampai terlalu penuh dan terjadi apa-apa,” kata Ketua Komisi C, Jhon Betaubun didampingi anggota lainya, Hj Waode, Willem Ongge, Ahmad Sudjana dan Max Fonataba, Rabu (12/6) kemarin. 

 Tak hanya itu, pertanyaan lain adalah seputar kasur atau tempat yang dijual oleh oknum TKBM. Kata Jhon yang dilakukan petugas TKBM adalah bentuk pungli karena tak ada aturan yang mewajibkan harus membayar. Apalagi dalam tiket ada yang sudah menerakan dengan nomor shet atau tempat tidur.

 “Jangan sampai ada bentuk pungli dari fasilitas milik negara dan terus dibiarkan,” kata Jhon. Disini persoalan yang paling sering dikeluhkan masyarakat dan belum terpecahkan adalah soal kasus ini. Ia meminta Pelni lebih tegas. 

“Kalau dalam era pak Sembiring ini bisa dibenahi kami pikir ada itu  untuk nama baik Pelni sendiri,” jelasnya. 

 Lainnya menyangkut ketersediaan air di kamar mandi termasuk sampah yang dibuang di laut. Disini Harianto Sembiring menjelaskan bahwa pihaknya tak menutup mata soal persoalan kasur. Pelni bahkan sudah berdiskusi dengan koordinator TKBM untuk meminta jangan ada penjualan kasur lagi namun jawaban yang diterima tak memberi solusi.

 “Mereka menjawab bahwa 80 persen anggota TKBM berpendidikan rendah dan yang diketahui hanyalah bagaimana mencari nafkah. Tapi kami tak berhenti sampai disitu, selalu kami ingatkan dan kami memiliki mimpi pelabuhan ini  menjadi pelabuhan percontohan yang berbeda dari yang lain,” kata Sembiring. 

 Sementara untuk kondisi kamar mandi Ia memastikan sudah banyak pembenahan. “Untuk sampah kami pastikan semua sampah dibuang di pelabuhan, bukan di laut. Jika ada ABK yang membuang ke laut akan langsung diberi sanksi, pecat jika perlu,” imbuhnya.

 Pihak Pelni juga meminta dukungan kepada DPRD Kota untuk bisa sama-sama menertibkan kondisi pelabuhan yang terkesan masih semerawut. Sebelumnya Komisi C juga melakukan pertemuan ditempat yang sama dengan beberapa maskapai penerbangan. Aspirasi yang disampaikan adalah soal tinginya harga tiket hingga bagasi yang dibebankan kepada penumpang. 

 “Kalau di Aceh harga bisa diturunkan Rp 1 juta kenapa di Papua tidak bisa. Ini kembali ke kebijakan saja. Termasuk soal bagasi yang kini harus berbayar. Kami  berharap ini dipertimbangkan dengan melihat perekonomian masyarakat di Papua,” tegas Jhon. (ade/gin)

newsportal

Recent Posts

Pembelian BBM Subsidi Bakal Dibatasi!

Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…

4 hours ago

Tiga Unit Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Mimika Masih Disuspen

Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…

5 hours ago

Jurnalis Desak Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Krakatau Diperpanjang

Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…

6 hours ago

Ketika Sekolah Formal Tak Lagi Terjangkau, PKBM Menjadi Pintu Kedua

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…

7 hours ago

Pemkab Jayapura Mulai Tertibkan Legalitas Bangunan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan…

8 hours ago

Kapal Foi Moi Didorong Jadi Penggerak Wisata Danau Sentani

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Irwanto F. Halitopo, mengatakan keberadaan kapal tersebut memiliki peluang untuk…

9 hours ago