Ia menyebut, selama 80 tahun Papua berada dalam administrasi Indonesia, berbagai tragedi termasuk Abepura berdarah kerap berlalu tanpa penyelesaian yang memadai. “Fakta dan temuan independen menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa dalam peristiwa Abepura 2000 telah terjadi pelanggaran HAM berat, baik melalui tindakan fisik, pola sistematis, maupun dampak yang meluas bagi masyarakat,” terang Nason.
Karena itu pihaknya, keluarga korban bersama banyak pihak terus menyuarakan tuntutan agar kasus Abepura berdarah dan seluruh pelanggaran HAM di Papua diusut secara menyeluruh, objektif, dan transparan demi kebenaran, pemulihan, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
KNPB menuntut negara membuka akses penuh bagi lembaga-lembaga independen, termasuk Komnas HAM, LSM kemanusiaan, media nasional maupun internasional, agar dapat melakukan pemantauan objektif terhadap situasi HAM di Papua.
Serta, membangun mekanisme dialog yang bermartabat dan setara, dengan melibatkan perwakilan rakyat Papua, keluarga korban, tokoh adat, tokoh gereja, dan organisasi masyarakat sipil, sebagai jalan penyelesaian damai dan berkeadilan atas konflik berkepanjangan di Papua. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dimana dalam rapat ini tidak hanya dengan para guru, tapi dengan orang tua siswa. Ini…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan pemerintah daerah bersama dengan forkopimda dan DPRK Jayawijaya…
‘’Putusan pengadilan harus kita jalankan karena itu hukum bagi kita semua,’’ kata bupati Yoseph Bladib…
"Regulasi dalam pembiayaan Kopdes Merah Putih sudah sangat jelas baik dari dana desa dan negara…
Bupati Mimika Johannes Rettob pun menepis isu miring tentang pengelolaan dana divestasi saham PTFI tersebut…
Pihaknya, lanjut dia, telah meminta bantuan kepada Keamanan Laut (Kamla) dan Radio Pantai untuk kapal-kapal …