

Jean Hendrik Rollo (foto: Mboik/Cepos)
JAYAPURA-Di tahun 2025 mendatang, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kota Jayapura akan melakukan pengembangan terhadap pada sektor luasan tanaman padi, baik padi sawah maupun padi ladang di wilayah Kota Jayapura.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo menjelaskan untuk lokasi lahan tanam padi sawah masih tetap dilakukan di wilayah Koya Timur dan Koya Barat. Sementara untuk lokasi pengembangan padi ladang akan difokuskan di daerah Skouw.
Karena itu, kata dia, berhubung pengembangan padi ladang ini baru mulai dikembangkan dan melibatkan para calon petani lokal, maka Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan akan memberikan pendampingan dan pelatihan secara khusus terhadap calon petani lokal yang akan menggarap lahan padi ladang di wilayah itu.
“Pengembangan padi ladang ini juga ada pendampingan khusus terhadap para petani atau calon petani padi ladang,” kata Jean Rollo, Sabtu (7/12).
Dia mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperkenalkan kepada para petani ladang, misalnya mengetahui lebih dalam atau lebih dekat tentang tanaman padi ladang kemudian mengenai budidaya pemeliharaan dan pengendalian terhadap hama penyakitnya.
“Jadi dalam pendampingan khusus ini kita akan memberikan informasi atau pengetahuan kepada mereka tentang seperti apa tanaman padi ladang, kemudian budidaya dan pemeliharaan serta pengendalian hama penyakitnya,” jelasnya.
Dia menambahkan luasan lahan tanam di 2025 ditargetkan antara 25 sampai 30 hektar lahan baru dari ketersediaan yang saat ini untuk lahan padi sawah seluas 70-an hektar. “Jadi 2025 itu target kita penambahan lahan baru sekitar 25 atau 30 hektar. Di mana untuk lahan sawah 10 hektar dan padi ladang 15 hektar,”tambahnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…